Google Hentikan Produksi Nest Mini, Speaker $35 yang Jadi Gerbang Smart Home Murah Selama Bertahun-Tahun

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 21 Juni 2026 | 22:18:01 WIB
Google resmi menghentikan produksi Nest Mini, smart speaker murah andalan selama bertahun-tahun.

Nest Mini dan pendahulunya, Google Home Mini, bukan sekadar speaker murah. Perangkat seukuran kue lumpur ini adalah salah satu produk smart speaker paling laris di dunia, sebagian besar karena harganya yang sangat terjangkau dan sering dibagikan gratis oleh Google dalam berbagai promosi. Bagi pengguna di Indonesia, Nest Mini juga menjadi pintu masuk paling logis untuk mencoba asisten suara Google Assistant tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Sekarang, produk itu resmi dihentikan. Google mengumumkan penghentian produksi Nest Mini di tengah peluncuran Google Home Speaker pekan ini — sebuah langkah yang sekilas masuk akal, tapi menyisakan lubang besar di lini produk smart home Google.

Bukan Nest Mini, Bukan Nest Audio — Lalu Apa?

Google Home Speaker dibanderol $99 (sekitar Rp1,58 juta), hampir tiga kali lipat harga Nest Mini. Lebih mahal bukan satu-satunya masalah. Speaker baru ini tidak memiliki lubang sekrup bawaan seperti Nest Mini yang bisa dipasang di dinding dengan mudah. Faktor bentuknya juga tidak cocok untuk diletakkan di rak sempit atau sudut meja yang biasanya jadi tempat favorit Nest Mini.

Dari sisi kualitas audio, Google Home Speaker juga tidak dirancang untuk mengalahkan Nest Audio, speaker medium yang masih dijual Google. Perbandingan fisik dan hukum fisika sederhana menunjukkan speaker anyar ini kemungkinan besar tidak akan berbunyi sebaik Nest Audio. Hasilnya: Google kini memiliki produk yang tidak menggantikan apa pun yang pernah ada sebelumnya.

Strategi Berani atau Langkah Membingungkan?

Selama hampir sepuluh tahun, Google selalu memiliki speaker pintar murah di lini produknya. Kini untuk pertama kalinya, tidak ada. Keputusan ini mirip dengan situasi saat Google merombak lini Nest Cam pada 2021 — tapi kali ini perbedaanya mencolok. Kamera keamanan waktu itu mendapatkan penerus yang jelas. Speaker pintar malah tidak.

Ben Schoon dari 9to5Google menggambarkan situasi ini sebagai "aneh". Menurutnya, Google saat ini sedang mencoba mencari audiens baru yang belum tentu cocok dengan pola konsumen lama. "Bukan langkah yang buruk mengingat betapa melimpahnya produk smart speaker di pasaran, tapi cukup menjengkelkan bagi siapa pun yang hanya ingin upgrade," tulisnya dalam newsletter Weekender.

Gemini Era: Pertanda Speaker Mini Baru?

Google Home Speaker adalah satu-satunya produk baru di era "Gemini" untuk smart home sejauh ini. Tapi Schoon melihatnya lebih sebagai batu loncatan. Sama seperti Google Home generasi pertama yang meluncur pada 2016, produk ini bisa menjadi cikal bakal kembalinya varian Mini di masa depan — atau bahkan penerus Google Home Max yang sudah lama dinantikan.

Bocoran tentang perangkat bernama "Google Home Display" yang sedang dikembangkan juga membuat optimisme tetap terjaga. Setelah bertahun-tahun Google terkesan lamban di segmen smart home, pergerakan ini setidaknya menunjukkan perusahaan tidak terburu-buru. "Penundaan bukan hal buruk. Itu yang diminta pelanggan — melakukannya dengan cara yang benar," tulis Schoon.

Bagi pengguna Indonesia yang masih setia dengan Nest Mini, kabar baiknya: perangkat ini kemungkinan masih akan tersedia di penjual pihak ketiga dan pasar barang bekas selama bertahun-tahun ke depan. Tapi jika Anda berharap Google merilis penerus langsung dengan harga yang sama, jawabannya untuk saat ini: tunggu.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top