Iran Kunci Puncak Klasemen Grup G Usai Tahan Imbang Belgia 10 Pemain di Piala Dunia 2026

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 22 Juni 2026 | 08:55:31 WIB
Iran mempertahankan posisi puncak Grup G usai bermain imbang melawan Belgia yang bermain dengan 10 pemain.

MALUKU — Iran menunjukkan ketangguhan mental di tengah berbagai kendala di luar lapangan. Pembatasan perjalanan dan masalah visa yang menghantui persiapan mereka di Piala Dunia ini justru menyulut semangat juang skuad asuhan pelatih anyar. Hasil ini melengkapi raihan mereka setelah sebelumnya juga bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru.

Kartu Merah Nathan Ngoy Mengubah Lanskap Laga

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Belgia mendominasi penguasaan bola dan menciptakan 23 tembakan dengan expected goals (xG) 1,8. Namun, penyelesaian akhir yang tumpul menjadi momok utama. Romelu Lukaku, yang minim menit bermain di Napoli musim lalu akibat cedera, tampil di bawah performa terbaiknya dan membuang sejumlah peluang emas, termasuk sundulan di menit ke-36.

Momen krusial datang di menit ke-66. Bek muda Belgia, Nathan Ngoy, melakukan kesalahan fatal saat mencoba mengirim bola kembali ke kiper. Umpannya gagal total, dan ia kemudian menjatuhkan Mehdi Taremi yang hendak menyambut bola. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah langsung karena dianggap menghalangi peluang mencetak gol yang jelas.

Duel Dua Penjaga Gawang Kelas Dunia

Pertandingan ini sejatinya menjadi panggung bagi dua kiper elit. Thibaut Courtois dari Belgia melakukan dua penyelamatan gemilang, termasuk menepis tendangan keras Hossein Kanani di menit ke-14 dan menghalau voli Taremi di babak kedua. Di sisi lain, Alireza Beiranvand menjadi pahlawan Iran dengan aksi heroiknya. Saat sudah tergeletak di lapangan, ia secara ajaib masih mampu menghalau tembakan jarak dekat Maxim De Cuyper yang nyaris memastikan kemenangan Belgia pada menit ke-59.

Iran juga nyaris unggul lebih dulu. Gol indah dari skema tendangan bebas yang dicetak Taremi dianulir Video Assistant Referee (VAR) karena ia terdeteksi berada dalam posisi offside.

Frustrasi Belgia: Generasi Emas Makin Meredup

Kegagalan mencetak gol di dua laga awal Piala Dunia menjadi alarm bagi Belgia. Mereka hanya bisa mencetak satu gol dari dua pertandingan, itupun berkat gol bunuh diri lawan saat melawan Mesir. Kevin De Bruyne masih menunjukkan kilasan kelasnya, namun lini depan terlihat tumpul tanpa Jeremy Doku yang absen karena sakit.

"Kami bermain dengan terlalu banyak emosi di momen-momen krusial. Ini membuat frustrasi," keluh striker Belgia, Romelu Lukaku, usai pertandingan.

Pelatih Rudi Garcia mengakui timnya kurang tajam di depan gawang. "Kami kurang efisien. Bermain dengan 10 orang jelas tidak membantu. Kami tahu persis hasil apa yang dibutuhkan melawan Selandia Baru," ujarnya.

Situasi Klasemen dan Laga Penentuan

Dengan hasil ini, Iran memimpin Grup G dengan 2 poin, unggul agresivitas gol atas Belgia yang juga baru mengoleksi 2 poin. Selandia Baru dan Mesir yang akan saling berhadapan masih memiliki satu laga tunda. Baik Iran maupun Belgia sadar, hanya kemenangan di pertandingan terakhir fase grup yang akan memastikan tiket ke babak 32 besar.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: skysports.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top