Disnakertrans Maluku Buka Suara soal Hoaks Lowongan Kerja Blok Masela, Target 60 Persen Tenaga Lokal di Konstruksi

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:35:01 WIB
Kepala Disnakertrans Maluku, M. Rizal Latuconsina, menegaskan belum ada kerja sama rekrutmen tenaga kerja Blok Masela dengan pihak mana pun.

AMBON — Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menjalin kerja sama apa pun dengan lembaga atau perusahaan mana pun terkait rekrutmen tenaga kerja Blok Masela. Ia meminta warga mengonfirmasi setiap informasi yang beredar langsung ke Disnakertrans Maluku atau Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota masing-masing.

"Saya ingin menginformasikan kepada masyarakat dan calon pencari kerja Blok Masela agar berhati-hati dengan setiap informasi yang saat ini berkembang di masyarakat. Setiap informasi terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja harus dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Disnakertrans Maluku," ujarnya di Ambon, Sabtu.

Modus Penipuan: Catut Nama Dinas hingga Minta Uang

Rizal mengungkapkan, sudah ada pihak-pihak yang mulai mencatut nama Disnakertrans Maluku dalam informasi mengenai pelatihan atau penerimaan tenaga kerja untuk proyek tersebut. Padahal, kata dia, dinas belum melakukan kerja sama apa pun dengan pihak mana pun terkait rekrutmen tenaga kerja Blok Masela.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang disebarkan melalui media sosial, pesan berantai, maupun pihak-pihak yang mengaku sebagai perwakilan lembaga atau perusahaan tertentu. Calon pencari kerja juga diingatkan agar tidak memberikan sejumlah uang, data pribadi, maupun dokumen penting kepada pihak yang menawarkan pekerjaan atas nama proyek Blok Masela sebelum informasi tersebut dipastikan kebenarannya melalui instansi berwenang.

Target 60 Persen Tenaga Kerja Lokal pada Tahap Konstruksi

Di sisi lain, Disnakertrans Maluku terus menyiapkan strategi agar masyarakat Maluku menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek Blok Masela. Salah satunya dengan menargetkan pelibatan 60 persen tenaga kerja lokal pada tahap konstruksi proyek strategis nasional tersebut.

"Kita ingin masyarakat lokal bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengembangan Blok Masela. Karena itu, persiapan tenaga kerja harus dilakukan sejak sekarang," kata Rizal.

Pelatihan Vokasi hingga Skema Shadowing Disiapkan

Untuk mendukung target tersebut, Disnakertrans Maluku menyiapkan sejumlah langkah, antara lain penguatan pelatihan vokasi sektor minyak dan gas serta rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus migas. Selain pelatihan vokasi, Disnakertrans juga mendorong penerapan skema alih teknologi melalui program shadowing.

Melalui skema ini, tenaga kerja lokal ditempatkan untuk mendampingi tenaga ahli sehingga terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan secara langsung. "Melalui shadowing kita berharap tenaga kerja lokal tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keahlian dari tenaga ahli sehingga kemampuan mereka dapat terus meningkat," ujarnya.

Proyek Strategis Nasional di Laut Arafura

Disnakertrans Maluku juga akan mengawal penerapan norma ketenagakerjaan serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memastikan tenaga kerja mendapatkan perlindungan dan hak sesuai ketentuan yang berlaku. Blok Masela merupakan salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia yang berada di Laut Arafura, sebelah selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Proyek pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029-2030. Proyek yang dipimpin INPEX Masela Ltd. sebagai operator bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd. tersebut ditargetkan memproduksi gas alam untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top