AMBON — Upacara peringatan Hari Pattimura ke-209 berlangsung khidmat di Pattimura Park, Ambon, Senin (18/5/2026). Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena yang bertindak sebagai Upulatu Kota Ambon membacakan sambutan Gubernur Maluku di hadapan jajaran pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ahli waris keluarga Kapitan Pattimura.
Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa Pattimura bukan sekadar tokoh sejarah yang dikenang setiap tahun. Ia menyebut Pattimura sebagai simbol perjuangan yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan Maluku.
“Kapitan Pattimura tidak berjuang demi dirinya sendiri. Beliau berdiri di garis depan demi masa depan rakyatnya, rela berkorban agar generasi Maluku bisa hidup lebih baik dan bermartabat. Hari ini, semangat itu harus tetap menyala dalam diri kita semua,” ujar Bodewin.
Perjuangan Baru: Melawan Kebodohan dan Keterbelakangan
Bodewin mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat Maluku saat ini sudah berbeda. Jika dulu Pattimura melawan penjajah dengan parang dan salawaku, maka hari ini perjuangan harus dilakukan dengan cara yang berbeda.
“Kalau dulu Pattimura melawan penjajah dengan parang, salawaku, dan keberanian, maka hari ini kita harus melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, dan melawan perpecahan dengan persaudaraan,” tegasnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045.” Bodewin menyebut tema itu sebagai panggilan sejarah bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergerak bersama membangun daerah.
Dukungan untuk Blok Masela dan RUU Daerah Kepulauan
Menurut Bodewin, Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah tercapai tanpa kontribusi daerah, termasuk Maluku. Karena itu, seluruh kekuatan masyarakat harus diarahkan untuk mendukung agenda strategis pembangunan.
Ia menyebut dua agenda penting yang tengah berproses: pengembangan Blok Masela serta perjuangan pengesahan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan di tingkat nasional. Kedua agenda itu dinilai strategis bagi masa depan Maluku.
Api Perjuangan Harus Menyala di Rumah Tangga dan Sekolah
Bodewin juga menekankan pentingnya menjaga api perjuangan Pattimura tetap hidup dalam keseharian masyarakat. Tidak hanya di upacara seremonial, tetapi mulai dari rumah tangga, dunia pendidikan, pelayanan publik, hingga ruang-ruang pengabdian lainnya.
“Api perjuangan itu harus menyala dalam doa para ibu, dalam cita-cita besar anak-anak muda Maluku, dalam dedikasi ASN, TNI, Polri, guru, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat yang setiap hari bekerja untuk negeri ini,” katanya.
Peringatan Kapitan Pattimura ke-209 di Pattimura Park bukan hanya seremoni mengenang masa lalu. Dari Ambon, semangat Pattimura kembali dikobarkan sebagai energi kolektif untuk membawa Maluku bangkit, maju, dan bermartabat di masa depan.