Pencarian

Benteng Amsterdam di Negeri Hila, Maluku: Wisata Sejarah yang Juga Jadi Pusat Acara Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 • 15:27:19 WIB
Benteng Amsterdam di Negeri Hila, Maluku: Wisata Sejarah yang Juga Jadi Pusat Acara Masyarakat
Keramaian pengunjung di halaman Benteng Amsterdam, Negeri Hila, Maluku.

MALUKU TENGAH — Keramaian tampak di halaman Benteng Amsterdam pada siang hari. Rombongan dosen yang sedang melakukan perjalanan wisata sejarah menjadi pengunjung utama. Tenda biru lebar melindungi mereka dari terik matahari sambil menunggu pertunjukan bambu gila. Tawa dan jerit terdengar saat beberapa orang mencoba permainan tradisional yang membuat tubuh mereka bergerak ke sana-sini.

Pemandangan itu bukan hal yang langka di benteng berusia ratusan tahun ini. Damir Lating, polisi khusus cagar budaya, mengatakan bahwa situs tersebut kerap menjadi lokasi berbagai acara institusi. "Buat masyarakat dan siapa pun dia yang mau datang ke sini bikin acara di sini, itu kami siap," kata Damir kepada ANTARA pada April 2026.

Perjalanan 42 Kilometer dari Pusat Kota Ambon

Benteng Amsterdam berlokasi di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu. Jaraknya sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Ambon, atau sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil. Berbeda dengan kemacetan Jakarta, perjalanan ini justru menawarkan perubahan pemandangan yang kontras.

Dari keramaian gedung perkantoran dan restoran, jalanan berubah menjadi kecil dan berliku. Suasana berganti menjadi rumah-rumah pedesaan yang berjejer rapi. Warga terlihat berjualan ikan hasil melaut, sementara beberapa masjid mencolok di pinggir jalan.

Bukan Sekadar Bangunan Tua

Bagi pencinta sejarah, Benteng Amsterdam menyimpan cerita panjang tentang kejayaan rempah di Maluku. Namun, potensi situs ini belum sepenuhnya tergarap. Damir menyebutkan bahwa cagar budaya ini juga menjadi lokasi acara perpisahan pejabat hingga sosialisasi.

Ke depannya, jika museum yang direncanakan terwujud, perjalanan wisatawan akan terasa lebih lengkap. Pengunjung tak hanya bisa mengagumi kokohnya benteng, tetapi juga memahami keanekaragaman hayati Maluku yang memikat.

Bambu Gila: Daya Tarik yang Menghidupkan Sejarah

Salah satu atraksi yang paling diminati pengunjung adalah pertunjukan bambu gila. Permainan tradisional ini seolah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Melihat rekan-rekan mereka bergerak tak terkendali karena "kesurupan" bambu, penonton berteriak dan tertawa.

Benteng Amsterdam siang itu menjadi saksi bagaimana sejarah bisa dinikmati dengan cara yang meriah. Bukan hanya sebagai objek yang diam, tetapi sebagai ruang hidup yang terus digunakan oleh masyarakat.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks