AMBON — Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku membidik investasi wisata melalui pengembangan Pantai Liang dan Pantai Namalatu sebagai destinasi unggulan di daerah itu. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Melky Lohi menyatakan kedua pantai itu akan dioptimalkan sebagai role model agar dilirik investor.
"Kita mengoptimalkan Pantai Liang dan Pantai Namalatu sebagai role model agar dilirik investor dan nantinya bisa dikembangkan juga di kabupaten dan kota lainnya," ujar Melky Lohi di Ambon, Senin (25/5).
Data Kunjungan dan Pertumbuhan Sektor Pariwisata
Berdasarkan data Dispar Maluku, total kunjungan wisatawan ke provinsi itu pada 2025 mencapai 410.644 orang. Rinciannya, 396.419 wisatawan nusantara dan 14.225 wisatawan mancanegara.
Sektor pariwisata Maluku pada periode tersebut tercatat tumbuh sekitar 19 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh potensi wisata bahari, kekayaan budaya, serta destinasi unggulan yang tersebar di berbagai wilayah.
Destinasi Unggulan yang Jadi Daya Tarik
Sejumlah destinasi menjadi daya tarik utama wisatawan. Di Pulau Ambon, ada Pantai Natsepa dan Pantai Liang. Kepulauan Banda menawarkan wisata sejarah jalur rempah dan bawah laut.
Di Maluku Tenggara, Pulau Bair dan Ngurtafur menjadi andalan. Sementara itu, Taman Nasional Manusela di Pulau Seram menyuguhkan wisata alam dan pengamatan burung.
Tantangan Aksesibilitas di Wilayah Kepulauan
Melky Lohi mengakui bahwa kondisi geografis Maluku yang berupa kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Aksesibilitas yang masih sulit dinilai menghambat upaya menggaet wisatawan.
"Kita sadari wilayah kita yang kepulauan ini menjadi tantangan untuk menggaet wisatawan. Salah satu masalah yang kita hadapi yakni bagaimana memberikan paket wisata yang sesuai dan memenuhi ekspektasi wisatawan karena aksesibilitas yang masih sulit," katanya.
Strategi Ekosistem Terintegrasi
Pemerintah daerah menyadari pembangunan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Dispar Maluku mulai menjajaki kerja sama dengan agen perjalanan wisata, sektor perhubungan, hingga pelaku usaha lainnya.
Langkah konkret yang dilakukan yakni mengumpulkan para pelaku dan pengusaha pariwisata di Maluku untuk membahas berbagai persoalan sektor wisata sekaligus merancang rapat kerja sebagai fondasi pembangunan pariwisata daerah.