Pencarian

Rupiah Terus Merosot ke Rp 17.864, Selisih Harga Jual-Beli Valas di Bank Makin Melebar

Selasa, 02 Juni 2026 • 11:34:01 WIB
Rupiah Terus Merosot ke Rp 17.864, Selisih Harga Jual-Beli Valas di Bank Makin Melebar
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dolar AS di tengah penguatan IHSG.

MALUKU — Pergerakan rupiah yang kian tertekan terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru naik ke level 6.217 pada hari yang sama. Divergensi antara pasar saham dan valuta asing ini mencerminkan perbedaan sentimen investor: optimisme terbatas di bursa saham domestik, namun kekhawatiran likuiditas dolar masih dominan di pasar uang.

Spread Valas Makin Lebar, Indikasi Volatilitas Tinggi

Data kurs yang dirilis perbankan pagi ini menunjukkan selisih antara harga beli dan jual di produk e-Rate BCA mencapai Rp 20 per dolar AS, dari Rp 17.878 (beli) ke Rp 17.898 (jual). Sementara itu, di Bank Mandiri, spread untuk produk TT Counter justru lebih lebar, mencapai Rp 300—dari Rp 17.640 (beli) ke Rp 17.940 (jual).

Kondisi ini lazim terjadi saat volatilitas pasar tinggi. Bank biasanya memperlebar spread untuk mengantisipasi risiko pergerakan kurs yang tajam dalam waktu singkat. Bagi nasabah yang hendak menukar valas dalam jumlah besar, perbedaan kurs antarproduk dan antar bank menjadi faktor krusial yang bisa memengaruhi nilai transaksi hingga jutaan rupiah.

Perbandingan Kurs Antar Bank: Cermat Pilih Produk

Berikut rincian kurs dolar AS di tiga bank utama pada pukul 09.38 WIB:

  • BCA: e-Rate beli Rp 17.878, jual Rp 17.898; TT Counter beli Rp 17.690, jual Rp 17.940; Bank Notes beli Rp 17.690, jual Rp 17.940.
  • Bank Mandiri: Special Rate beli Rp 17.865, jual Rp 17.895; TT Counter beli Rp 17.640, jual Rp 17.940; Bank Notes beli Rp 17.625, jual Rp 17.925.
  • BNI: Data kurs menunjukkan pola serupa, dengan harga jual di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 17.940 per dolar AS.

Untuk transaksi di atas ekuivalen 25.000 dolar AS, masing-masing bank menyediakan skema special rate yang bisa dinegosiasikan langsung dengan cabang. Namun, kurs indikasi yang tertera pagi ini masih menunjukkan premi yang signifikan, terutama di posisi jual.

Mengapa Pelemahan Rupiah Terus Berlanjut?

Tekanan terhadap rupiah tak lepas dari kebijakan moneter agresif bank sentral AS yang membuat dolar kian perkasa di pasar global. Meski Bank Indonesia telah mengintervensi pasar melalui instrumen sekuritas dan operasi moneter, tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan. Data cadangan devisa Indonesia yang dipantau ketat pelaku pasar akan menjadi indikator berikutnya yang menentukan seberapa kuat BI bisa bertahan.

Bagi importir dan perusahaan yang memiliki utang dalam dolar, pelemahan ini langsung membebani biaya operasional dan laporan keuangan. Sebaliknya, eksportir justru diuntungkan karena pendapatan dalam dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.

Apa Arti Selisih IHSG dan Rupiah bagi Investor?

Fenomena IHSG menguat di tengah rupiah yang terpuruk biasanya bersifat sementara. Investor asing cenderung wait and see karena potensi kerugian kurs bisa menggerus keuntungan dari kenaikan harga saham. Jika pelemahan rupiah berlanjut, tekanan jual asing di bursa saham bisa meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pelaku bisnis disarankan untuk mengunci kurs melalui instrumen lindung nilai (hedging) yang disediakan perbankan, terutama untuk kebutuhan valas jangka pendek. Sementara bagi masyarakat umum yang hendak menukar valas untuk liburan atau pendidikan, membeli dolar di level bawah spread—jika memungkinkan—bisa menghemat biaya transaksi secara signifikan.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks