MALUKU — VinFast resmi melempar motor listrik EVO ke pasar Indonesia dengan strategi harga yang agresif. Lewat skema battery subscription, konsumen hanya perlu merogoh kocek Rp17,5 juta untuk satu unit di Jakarta. Angka ini jauh lebih rendah dari harga motor listrik sekelas yang mewajibkan pembelian baterai sekaligus.
Motor ini dibekali motor penggerak 5.200 Watt dengan kecepatan puncak 80 km/jam. Daya jelajahnya terbagi dua: 85 km dengan satu baterai, dan 150 km jika menggunakan dua baterai. Baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang digunakan dikenal lebih stabil dan memiliki siklus hidup panjang dibandingkan baterai lithium-ion biasa.
Ekosistem Battery Swapping dan Garansi 4+2 Tahun
Salah satu hambatan adopsi motor listrik adalah waktu pengisian daya. VinFast menjawabnya dengan jaringan stasiun penukaran baterai V-GREEN. Prosesnya disebut hanya memakan waktu beberapa menit, setara dengan mengisi bensin di pompa.
Untuk menarik minat awal, setiap pembeli EVO mendapat gratis biaya swapping selama satu tahun, dengan kuota maksimal 20 kali per bulan. Selain itu, VinFast memberikan garansi kendaraan 4+2 tahun atau 60.000+12.000 km, salah satu yang terlama di segmen motor listrik entry-level.
Biaya Operasional Rp840 Ribu per Tahun, Lebih Hemat dari Motor Bensin
VinFast mengklaim biaya operasional tahunan EVO hanya sekitar Rp840 ribu, mencakup energi dan perawatan berkala. Angka ini setara dengan 20 persen dari biaya operasional motor bensin 125 cc rata-rata. Selisihnya, Rp3,36 juta per tahun, bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.
Dari sisi desain, EVO tersedia dalam empat pilihan warna: Green Olive, Black Solid, Red Candy Tone, dan White Cyan. Diler resmi VinFast sendiri sudah tersebar di 20 lokasi di Indonesia, memudahkan akses servis berkala dan konsultasi teknis.
Dengan kombinasi harga terjangkau, biaya operasional rendah, dan ekosistem penukaran baterai, VinFast EVO menjadi opsi konkret bagi komuter perkotaan yang ingin beralih ke motor listrik tanpa perlu khawatir soal infrastruktur pengisian.