AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut langsung para peserta FGD APPSI 2026 yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Maluku tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan forum, tetapi juga simbol persatuan bagi daerah-daerah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun Indonesia.
Menurut Gubernur, keberagaman karakteristik, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap provinsi harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kolaborasi, bukan menjadi pembatas. Ia mengibaratkan laut Maluku yang menghubungkan ribuan pulau sebagai simbol persatuan dan kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Mengapa Tema Orange Economy Menjadi Fokus Utama?
Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menjelaskan bahwa FGD APPSI 2026 mengusung tema "Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional." Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan global sekaligus upaya mengoptimalkan potensi unggulan daerah.
Rudy mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian ini, menurutnya, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antarwilayah dan pengembangan sektor-sektor produktif.
Integrasi Tiga Sektor untuk Nilai Tambah Ekonomi Daerah
Rudy menegaskan bahwa integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata. "Integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Rudy dalam sambutan pembukaan FGD.
Forum ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, FGD APPSI juga menjadi jembatan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.
Harapan Gubernur Maluku: Ruang Tukar Gagasan dan Solusi
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, berharap FGD ini dapat menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. "Forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional," ujar Gubernur.
Ia menambahkan bahwa hasil dari FGD APPSI 2026 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Fakta Singkat FGD APPSI 2026 di Maluku
- Tuan Rumah: Provinsi Maluku, digelar di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon.
- Tema: "Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional."
- Peserta: Unsur Forkopimda Maluku, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Ketua Dewan Pakar APPSI, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua Dewan Pakar APPSI Prof. Ryaas Rasyid, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdi, Direktur Eksekutif APPSI Ismiati, Sekretaris Daerah Maluku, serta para narasumber dan tamu undangan lainnya.