MALUKU — Keputusan ini diumumkan Erick Thohir di sela konferensi pers Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (15/4). Menurutnya, operator liga, I.League, telah mempresentasikan rencana pelonggaran larangan suporter away yang sudah berlaku sejak Oktober 2022. PSSI menyetujui usulan tersebut, namun Erick menekankan bahwa ini bukan sekadar kebijakan simbolis.
Tanggung Jawab Klub Jadi Kunci
Erick Thohir menegaskan bahwa FIFA masih memantau ketat kondisi keamanan pertandingan di Indonesia. Jika terjadi pelanggaran yang melibatkan suporter, FIFA berhak mencabut kembali izin kehadiran suporter away kapan saja. "Liga kemarin sudah presentasi ke kami di PSSI bahwa akan ada kelonggaran mengenai suporter away. Tetapi ada catatan. Klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh karena tidak mudah melobi FIFA," ujar Erick.
Pernyataan ini menjadi alarm bagi seluruh klub Liga 1 dan Liga 2. Mereka tidak bisa lagi mengandalkan aparat keamanan semata. Klub harus memiliki protokol pengamanan internal yang ketat, mulai dari pengaturan tiket, jalur masuk, hingga pengawalan suporter tamu.
Trauma Kanjuruhan dan Syarat FIFA
Larangan suporter away diberlakukan setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut nyawa sekitar 135 orang. Sejak saat itu, stadion-stadion di Indonesia hanya diisi oleh suporter tuan rumah. Langkah ini diambil untuk memulihkan kepercayaan FIFA terhadap sistem keamanan sepak bola Indonesia.
Erick mengakui bahwa FIFA telah menetapkan sejumlah persyaratan ketat. "Artinya, saya sudah mengingatkan liga. PSSI sudah berupaya, FIFA terbuka, tetapi liga dan klub harus bertanggung jawab atas keputusan ini. Kalau terjadi masalah, FIFA bisa mencabut kembali izin kehadiran suporter away," tegasnya.
Jadwal Musim 2026/2027 dan Imbauan Suporter
Operator kompetisi akan memulai Liga Indonesia musim 2026/2027 pada September mendatang, setelah Timnas Indonesia menyelesaikan agenda ASEAN Hyundai Cup 2026. Super League dijadwalkan bergulir pada 4 September, sementara Championship Series dimulai pada 18 September.
Erick juga mengajak seluruh elemen, terutama suporter, untuk menjaga kepercayaan yang diberikan. "Kita harus memastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Sangat sedih kalau melihat kasus kekerasan di Indonesia semakin tinggi," katanya. Kini, bola ada di tangan klub dan suporter untuk membuktikan bahwa sepak bola Indonesia siap kembali normal tanpa meninggalkan aspek keselamatan.