MALUKU — Selama Piala Dunia 2022 di Qatar dan edisi 2026, pemirsa televisi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kerap melihat wajah Gianni Infantino muncul di sela-sela pertandingan. Momen ini terjadi bukan hanya sekali, melainkan bisa dua hingga tiga kali per laga.
Perintah Khusus Kru Kamera
Media Inggris, The Times of London, melaporkan bahwa kru televisi mendapat instruksi spesifik untuk menampilkan Infantino yang hadir di tribun. Ada satu larangan tegas: dilarang menyorot presiden FIFA saat sedang memegang ponsel.
Instruksi ini mulai diterapkan secara intensif sejak Piala Dunia 2022. Langkah ini memicu spekulasi bahwa FIFA ingin membangun citra positif sang presiden di mata publik global.
Keterkaitan FIFA dengan Rumah Produksi
FIFA memiliki hubungan bisnis langsung dengan perusahaan yang memproduksi siaran Piala Dunia. Laporan The Athletic mengungkapkan bahwa FIFA dan Host Broadcast Service (HBS) memiliki kesepakatan untuk menampilkan tokoh-tokoh penting selama pertandingan.
HBS, yang berkantor di Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat, tercatat 49 persen sahamnya dimiliki oleh FIFA. Sisanya dikuasai Infront, perusahaan asal China milik Wanda. Dari HBS-lah tayangan Piala Dunia didistribusikan ke seluruh dunia, termasuk ke stasiun televisi Indonesia.
Bantahan Resmi FIFA
FIFA membantah tuduhan bahwa mereka secara khusus mengarahkan pengambilan gambar untuk presiden. "Menyesatkan jika dikatakan mereka mengarahkan pengambilan gambar khusus presiden selama pertandingan di Piala Dunia," tulis The Athletic mengutip pernyataan FIFA.
Dalam sistem akreditasinya, FIFA memiliki kategori 'VVIP' (Very Very Important People). Kategori ini mencakup kepala negara, pejabat konfederasi, selebriti, dan anggota federasi sepak bola. Artinya, secara teknis, Infantino bukan satu-satunya yang berhak disorot.
Dugaan Agenda Politik di Balik Layar
Fenomena ini diduga kuat terkait ambisi Infantino untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA untuk periode ketiga pada 2027. Penampilan reguler di layar kaca dianggap sebagai ajang unjuk popularitas.
Hingga saat ini, belum ada tokoh yang secara terbuka menyatakan akan menantang Infantino. Meski kerap diterpa kontroversi, Infantino mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara FIFA. Sorotan kamera di stadion pun menjadi salah satu alat kampanyenya yang paling halus dan efektif.