Pencarian

BWS Maluku Turun ke Banda Neira Usai Bupati Maluku Tengah Usul Perbaikan Talud ke Menteri PU, 150 Meter Teridentifikasi

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:40:01 WIB
BWS Maluku Turun ke Banda Neira Usai Bupati Maluku Tengah Usul Perbaikan Talud ke Menteri PU, 150 Meter Teridentifikasi
Tim teknis BWS Maluku meninjau kawasan pesisir Pelabuhan Banda Neira sebagai respons atas usulan perbaikan talud dari Bupati Maluku Tengah.

MASOHI — Komitmen pemerintah pusat menindaklanjuti aspirasi daerah di Maluku kembali terlihat. Tim teknis BWS Maluku, bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum, langsung bergerak melakukan peninjauan lapangan di kawasan pesisir Pelabuhan Banda Neira, Rabu (15/7/2026). Survei ini merupakan respons cepat atas usulan perbaikan talud yang disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, kepada Menteri PU Dody Hanggodo.

150 Meter Talud Butuh Penanganan Segera

Berdasarkan hasil peninjauan awal, tim teknis BWS Maluku mengidentifikasi bahwa panjang talud yang memerlukan perbaikan mencapai 150 meter. Secara teknis, konstruksi pengaman pantai direncanakan akan menggunakan kubus beton. Material ini dipilih untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman gelombang besar dan abrasi yang terus menggerus garis pantai.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Maluku Tengah, Rahmat, menjelaskan bahwa perbaikan talud ini menjadi salah satu prioritas daerah. “Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir, menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran transportasi laut dan aktivitas pariwisata di Kepulauan Banda,” ujar Rahmat dalam keterangannya.

Usulan Bupati Langsung Ditindaklanjuti

Proses survei di Banda Neira dilakukan setelah tim BWS Maluku menyelesaikan peninjauan penanganan abrasi pantai di Negeri Haya, Kecamatan Tehoru. Hal ini menandakan bahwa usulan Bupati Maluku Tengah tidak hanya didengar, tetapi langsung mendapatkan respons teknis dari pemerintah pusat. BWS Maluku menempatkan penanganan talud ini sebagai salah satu prioritas dan menargetkan proses tindak lanjut dapat dimulai pada tahun 2026.

“Respons cepat yang ditunjukkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Maluku merupakan bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Ini menunjukkan bahwa aspirasi daerah mendapat perhatian serius sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti,” tambah Rahmat.

Dampak bagi Konektivitas dan Pariwisata Banda

Pelabuhan Banda Neira merupakan simpul transportasi vital bagi Kepulauan Banda. Kerusakan talud tidak hanya mengancam keselamatan warga pesisir, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat logistik dan pergerakan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap realisasi perbaikan talud dapat segera terwujud guna memperkuat infrastruktur pendukung konektivitas dan pengembangan sektor pariwisata di kawasan sejarah tersebut.

Bagikan
Sumber: mapikornews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks