Pencarian

Proyek LNG Abadi Masela di Maluku Resmi Dimulai, Investasi Rp 381 Triliun untuk 60 Persen Pasok Gas Domestik

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:22:01 WIB
Proyek LNG Abadi Masela di Maluku Resmi Dimulai, Investasi Rp 381 Triliun untuk 60 Persen Pasok Gas Domestik
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya konstruksi Proyek LNG Abadi Masela di Blok Masela, Maluku, Kamis (16/7/2026).

JAKARTA — Proyek gas alam cair atau LNG Abadi Masela di Blok Masela, Maluku, akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah hampir tiga dekade tertunda. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam seremoni groundbreaking yang digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).

Kapasitas Produksi dan Alokasi Gas

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, setara dengan 120 juta standar kaki kubik per hari (MM SCFD) dan 35 ribu barel kondensat per hari. Menteri Bahlil menegaskan bahwa alokasi gas bumi dari Blok Masela diprioritaskan untuk pasar domestik.

"Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor," kata Menteri Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Prabowo.

Kepastian Setelah Enam Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa syukur atas dimulainya pembangunan proyek yang sudah ditunggu masyarakat selama tiga dekade. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak boleh lagi terhambat dan harus rampung dalam waktu sesingkat-singkatnya.

"Proyek ini hampir tiga dekade tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Presiden Prabowo.

Menteri Bahlil menambahkan bahwa proyek Blok Masela sebelumnya terkatung-katung akibat perdebatan panjang yang tak kunjung menemui kepastian. Menurutnya, arahan tegas Presiden Prabowo menjadi kunci untuk mengeksekusi proyek strategis nasional ini.

Fasilitas Terintegrasi Hulu ke Hilir

Pengembangan Lapangan Abadi Masela mencakup pembangunan fasilitas dari hulu hingga hilir secara terintegrasi. Menteri Bahlil menyebut nilai investasi USD 20,9 miliar akan digunakan untuk membangun infrastruktur pengolahan gas yang nantinya mampu meningkatkan lifting migas nasional.

"Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita. Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan," kata Menteri Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di Maluku serta memperkuat pasokan energi untuk industri dan pembangkit listrik di Tanah Air.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks