Pencarian

Empat Imam MSC dari Maluku Akan Ditahbiskan Uskup Amboina di Gereja Bunda Hati Kudus Pulau Buru, Sabtu 18 Juli 2026

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:45:31 WIB
Empat Imam MSC dari Maluku Akan Ditahbiskan Uskup Amboina di Gereja Bunda Hati Kudus Pulau Buru, Sabtu 18 Juli 2026
Uskup Amboina memimpin misa pentahbisan empat imam MSC di Gereja Bunda Hati Kudus, Pulau Buru, Sabtu 18 Juli 2026.

AMBON — Empat diakon asal Maluku akan resmi ditahbiskan menjadi imam MSC dalam sebuah misa suci yang dipimpin langsung oleh Uskup Amboina, Mgr Seno Ngutra. Perayaan Ekaristi ini digelar di Gereja Bunda Hati Kudus, Desa Batlale, Pulau Buru, pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 16.00 WIT.

Keempat calon imam tersebut adalah Petrus Eki Lehalima MSC, Yohanes Esserey MSC, Belly Yoakhim Resubun MSC, dan Teofilus Manunwembun MSC. Mereka berasal dari beberapa wilayah di Maluku, mulai dari Pulau Buru, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, hingga Kepulauan Tanimbar.

Prosesi Sakral dan Ritus Pentahbisan

Pentahbisan ini menjadi wujud syukur atas panen panggilan imamat di wilayah Keuskupan Amboina. Rangkaian ritus akan diawali dengan pemanggilan para calon, pemeriksaan kelayakan, penumpangan tangan, hingga pengurapan minyak suci.

Ratusan umat diperkirakan akan memadati area gereja Bunda Hati Kudus. Para imam dan keluarga dari para tertahbis turut mendampingi jalannya prosesi yang berlangsung sakral tersebut.

Asal-usul Calon Imam dari Empat Wilayah Berbeda

RP Petrus Eky Lehalima, MSC, berasal dari Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru. Desa ini dikenal memiliki potensi hutan alam dan vegetasi sagu yang lebat sebagai penopang ketahanan pangan lokal.

RP Yansen Esserey, MSC, berasal dari Desa Karlomin, Kecamatan Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Wilayah ini terkenal dengan potensi perkebunan pala dan cengkeh, serta sektor perikanan tangkap seperti tuna dan cakalang. Yansen Esserey merupakan keponakan dari RP Gerardus Esserey, MSC.

RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, berasal dari Ohoi (Desa) Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Maluku Tenggara. Desa ini terkenal sebagai destinasi wisata unggulan dengan Pantai Ngurbloat yang memiliki pasir putih sehalus tepung.

RP Teofilus Manunwembun, MSC, berasal dari Desa Tumbur di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Desa yang berjarak sekitar 18—25 km dari Kota Saumlaki ini dikenal sebagai pusat kerajinan ukir kayu eboni yang mendunia.

Empat Motto yang Menyertai Panggilan

Setiap calon imam mengusung motto pelayanan yang menjadi pegangan hidup mereka. Petrus Eki Lehalima mengutip Yohanes 21:17, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."

Yohanes Esserey memilih Pengkotbah 3:1,11, "Segala sesuatu ada masanya, dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." Sementara Belly Yoakhim Resubun mengangkat Lukas 1:38, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Teofilus Manunwembun memilih Yesaya 42:3, "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya." Motto-motto ini mencerminkan komitmen mereka dalam melayani umat di Keuskupan Amboina.

Bagikan
Sumber: laskarmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks