Pencarian

Kodaeral IX Gandeng Wanadri Restorasi Terumbu Karang dan Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Pulau Buru, Maluku

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:06:22 WIB
Kodaeral IX Gandeng Wanadri Restorasi Terumbu Karang dan Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Pulau Buru, Maluku
Kodaeral IX dan Yayasan Wanadri resmi kerja sama restorasi terumbu karang dan mangrove di Pulau Buru.

AMBON — TNI AL melalui Kodaeral IX Ambon tidak bekerja sendiri dalam menjaga ekosistem pesisir Maluku. Mereka kini menggandeng Yayasan Wanadri, organisasi yang dikenal dalam bidang konservasi alam dan petualangan, untuk menjalankan program restorasi lingkungan di Pulau Buru.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) berlangsung di Lobi Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa. Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto, Asisten Teritorial Komandan Kodaeral IX, menyebut kolaborasi ini sebagai komitmen bersama mendukung pelestarian lingkungan.

"Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Kodaeral IX dan Yayasan Wanadri dalam menjaga ekosistem pesisir, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Pilipus dalam keterangannya, Selasa.

Fokus Program: Restorasi Karang dan Pemberdayaan Ibu Karang

Program yang disepakati mencakup tiga bidang utama. Pertama, restorasi terumbu karang yang rusak akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Kedua, rehabilitasi hutan mangrove di sepanjang pesisir Pulau Buru. Ketiga, pemberdayaan masyarakat lokal melalui program bernama Ibu Karang.

Program Ibu Karang mengedepankan peran aktif perempuan pesisir dalam menjaga dan memulihkan ekosistem laut. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan karena melibatkan langsung warga yang sehari-hari bergantung pada sumber daya pesisir.

Mengapa Kodaeral IX Butuh Mitra Sipil?

Menurut Pilipus, keberhasilan menjaga wilayah pesisir tidak bisa hanya bergantung pada aparat pemerintah atau TNI AL. Maluku sebagai daerah kepulauan memiliki kekayaan sumber daya laut yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Keterlibatan organisasi lingkungan, komunitas masyarakat, dan pemangku kepentingan lain menjadi syarat mutlak.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir program-program yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan," ujarnya.

Fakta Singkat: Kolaborasi Kodaeral IX dan Wanadri

  • Lokasi utama: kawasan pesisir Pulau Buru, Maluku.
  • Program inti: restorasi terumbu karang, rehabilitasi mangrove, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
  • Pendekatan: Program Ibu Karang yang melibatkan perempuan pesisir sebagai garda terdepan pelestarian ekosistem.

Yayasan Wanadri diharapkan membawa pengalaman dan jejaring luas dalam pengelolaan lingkungan ke dalam kerja sama ini. Organisasi itu selama ini aktif di bidang kepetualangan, konservasi alam, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Peran Strategis TNI AL dalam Ketahanan Maritim

Kodaeral IX memiliki tugas pembinaan teritorial maritim yang mencakup penguatan ketahanan wilayah pesisir. Selain menjaga keamanan laut, mereka juga bertugas meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya laut. Kerja sama dengan Wanadri menjadi salah satu bentuk nyata dari peran tersebut.

Melalui kolaborasi ini, Kodaeral IX dan Yayasan Wanadri berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan. Tujuannya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah maritim melalui partisipasi aktif masyarakat pesisir Maluku.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks