Pencarian

Bebas Narkoba, Pelindo Jambi Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bareng Polda

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:50:28 WIB
Bebas Narkoba, Pelindo Jambi Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bareng Polda
Pelindo Jambi bersama Polda Jambi memperketat pengawasan di lingkungan pelabuhan dalam rangka Operasi Antik Siginjai 2026.

MALUKU — Kepala Terminal IPC TPK Jambi, Wedhar Aji Tani S, menegaskan bahwa pelabuhan merupakan objek vital nasional dengan lalu lintas manusia dan logistik yang padat. Menurutnya, kondisi ini menuntut seluruh sumber daya manusia di lingkungan kerja Pelindo untuk bersih dari narkoba.

"Kami butuh tenaga kerja yang profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika," ujar Wedhar dalam keterangan resminya, Kamis.

Operasi Antik Siginjai 2026 Jadi Momentum

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Operasi Antik Siginjai 2026 yang digelar Polda Jambi. Dalam sosialisasi tersebut, Satgas Operasi memaparkan materi soal dampak buruk narkotika, modus operandi terbaru peredaran gelap, hingga ancaman hukuman yang mengintai pelaku.

Plt Panit Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Jambi, Ipda Suramin, menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba tak mengenal sektor. Industri transportasi laut pun tak luput dari incaran bandar.

"Pencegahan butuh peran aktif semua elemen di lingkungan kerja. Bukan hanya tahu bahayanya, tapi juga berani menolak dan melapor," tegas Ipda Suramin.

Langkah Konkret dan Pihak yang Terlibat

Pelindo Jambi tak hanya menggandeng aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan jajaran anak usaha di lingkungan Pelindo Jambi Group. Mulai dari PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP), PT BIMA, JAI, hingga tim keamanan pelabuhan turut serta dalam sosialisasi ini.

Manajemen Pelindo Jambi berharap kolaborasi ini memperkuat komitmen bersama menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Dengan pengawasan yang diperketat, diharapkan seluruh pekerja bisa menjalankan tugas secara optimal tanpa gangguan narkoba.

Langkah preventif seperti ini menjadi krusial mengingat pelabuhan merupakan pintu masuk utama distribusi barang di wilayah Sumatera bagian tengah. Jika celah keamanan tidak ditutup, risiko penyelundupan narkotika melalui jalur laut bisa meningkat.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks