AMBON — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Melki Lohy menyatakan, mahasiswa KKN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu membantu masyarakat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata di daerah.
"Mahasiswa KKN dapat menjadi penggerak transformasi digital di desa-desa wisata melalui edukasi pemanfaatan media digital, penguatan promosi destinasi, hingga peningkatan literasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan," kata Melki dalam keterangan yang diterima di Ambon, Minggu.
Materi Pembekalan: Konsep Smart Tourism hingga Promosi Digital
Dalam pembekalan tersebut, Dispar Maluku menyampaikan materi bertajuk "Konsep dan Inovasi Smart Tourism Maluku 2026". Tema besar yang diusung adalah "Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Rajutan Harmoni Budaya-Religius".
Melki menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai media promosi. Lebih dari itu, teknologi juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan serta memperkuat literasi digital masyarakat di kawasan wisata.
Mahasiswa didorong untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai hal, mulai dari membuat konten promosi wisata, mengoptimalkan media sosial, memetakan potensi wisata berbasis digital, hingga memperkenalkan produk ekonomi kreatif lokal agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Inventarisasi Budaya Lokal Tanpa Menghilangkan Identitas
Selain aspek digital, mahasiswa KKN juga difasilitasi untuk menjadi fasilitator dalam menginventarisasi potensi budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Hal ini penting agar daya tarik wisata dapat dikembangkan tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya dan religius yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
Melki menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan generasi muda menjadi salah satu kunci percepatan implementasi Smart Tourism Maluku 2026. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan menghasilkan inovasi berbasis teknologi sekaligus memperkuat kesadaran menjaga kelestarian destinasi.
Data Kunjungan Wisatawan 2025: Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya
Berdasarkan data Dispar Maluku, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada 2025 mencapai 410.647 orang. Angka ini terdiri dari 14.228 wisatawan mancanegara dan 396.419 wisatawan nusantara. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 401.048 wisatawan.
Melki optimistis, keterlibatan mahasiswa melalui program KKN akan memperkuat promosi destinasi berbasis digital. Hal ini sekaligus mendukung peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Maluku.
"Sinergi ini diharapkan melahirkan inovasi dan kontribusi nyata dalam mewujudkan Smart Tourism Maluku 2026 sebagai langkah menuju pariwisata Maluku yang maju, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.