MALUKU — Laga di Metlife Stadium, Amerika Serikat, berjalan sengit sejak menit awal. Spanyol langsung menekan pertahanan Argentina melalui aksi Lamine Yamal, namun sepakannya masih bisa diblok Lisandro Martinez. Di sisi lain, Lionel Messi nyaris membuka skor andai kiper Unai Simon tak sigap memotong pergerakannya.
Argentina Kehilangan Lisandro Martinez di Akhir Babak Pertama
Babak pertama berakhir tanpa gol, meski Spanyol mendominasi penguasaan bola. Peluang terbaik La Furia Roja datang dari Mikel Oyarzabal di menit 39, tapi tembakannya masih bisa ditangkap Emiliano Martinez.
Malapetaka menimpa Argentina jelang turun minum. Bek Lisandro Martinez mengalami cedera dan tak mampu melanjutkan laga. Pukulan lain datang di babak kedua saat Cristian Romero juga harus ditarik keluar karena masalah fisik.
Kartu Merah Enzo Fernandez Makin Memperberat Argentina
Di babak kedua, Spanyol kian percaya diri menekan. Emiliano Martinez berkali-kali jadi penyelamat Argentina, termasuk saat menepis sundulan Ferran Torres di menit 67 dan tendangan Nico Williams di menit 90. Argentina tak mampu melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang sepanjang 90 menit.
Bencana bagi Argentina kian sempurna saat Enzo Fernandez menerima kartu merah. Bermain dengan 10 pemain sejak akhir waktu normal, Argentina bertahan mati-matian untuk memaksakan extra time.
Ferran Torres Patahkan Kebuntuan di Extra Time
Kebuntuan baru terpecah di babak tambahan. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol tunggal yang memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Gol ini sekaligus menegaskan peran krusial pemain cadangan dalam skema Luis de la Fuente.
Kemenangan ini mengukuhkan dominasi Spanyol di turnamen. Sepanjang laga, mereka mencatatkan 14 tembakan dan 65 persen penguasaan bola, namun hanya satu yang berbuah gol — cukup untuk membungkam juara bertahan Argentina.