AMBON — Ratusan pelajar SMA, SMK, SMP, dan mahasiswa di Kota Ambon mengikuti Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang digelar Pemkot Ambon. Acara yang mengusung tema "Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045" ini dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena.
Wali Kota menegaskan, di era digital saat ini, ancaman terhadap keutuhan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Justru, serangan informasi dan perpecahan opini menjadi tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda.
Bela Negara Bukan Lagi Soal Angkat Senjata
"Generasi muda dituntut untuk mampu berpikir kritis, memiliki literasi digital yang baik, mampu membedakan fakta dan opini, menolak hoaks, tidak mudah terprovokasi, dan tetap berpegang teguh pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ujar Bodewin di Ambon, Kamis.
Menurutnya, makna bela negara telah bergeser. Kontribusi nyata seorang pelajar kini bisa diwujudkan melalui prestasi akademik, inovasi, dan sikap menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari. "Bela negara di era saat ini diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik seorang pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh dan memiliki inovasi, maupun guru yang memberikan keteladanan," jelasnya.
Perkuat Karakter Menuju Indonesia Emas 2045
Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk membangun karakter bangsa. Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parhulutan Marpaung, turut hadir memberikan materi kepada para peserta.
Pemkot Ambon berkomitmen terus mendukung program pembinaan kesadaran bela negara. Langkah ini dinilai strategis untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap bangsa.
Bodewin berharap, melalui kegiatan ini para pelajar dan mahasiswa dapat mengerti serta memahami tugas dan tanggung jawab mereka saat ini. "Mari sama-sama kita rawat keberagaman, jaga kebinekaan supaya Indonesia tetap ada dan berdaulat," tutupnya.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.