Pencarian

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Analis Sebut Tekanan Geopolitik Timur Tengah Masih Berlanjut

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:16:01 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.879 per Dolar AS, Analis Sebut Tekanan Geopolitik Timur Tengah Masih Berlanjut
Rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp17.879 per dolar AS pada perdagangan Kamis.

JAKARTA — Pergerakan rupiah masih dibayangi ketidakpastian situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait Iran dan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu pasokan serta harga energi global. Kondisi itu membuat mata uang Garuda kesulitan untuk menguat signifikan dalam jangka pendek.

Berdasarkan data pembukaan perdagangan Kamis, rupiah melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.

Enam Syarat Iran untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa, mengungkapkan bahwa eskalasi di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang Asia, termasuk rupiah. Perkembangan terbaru menunjukkan Iran memberikan enam syarat kepada AS agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali.

Adapun syarat tersebut mencakup penghentian ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, penghentian permanen aksi militer terhadap Iran dan sekutunya di kawasan, hingga penarikan seluruh kekuatan laut dan udara AS yang terlibat blokade.

Teheran juga menuntut kompensasi atas kerugian yang dialami selama konflik, pencabutan sanksi, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan. Selain itu, Iran tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial dari negara yang dianggap "musuh" memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan.

Data Inflasi AS Turut Mempengaruhi Spekulasi Suku Bunga The Fed

Dari eksternal, rilis indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Juli menjadi sentimen lain yang dicermati pelaku pasar. Inflasi AS tercatat naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, angka yang sejalan dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Tingkat inflasi tahunan, baik umum maupun inti, sedikit melandai dibandingkan bulan Juni.

Menyusul rilis data tersebut, pasar uang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada pertemuan September mendatang. Probabilitas bank sentral AS menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen kini diperhitungkan sekitar 60 persen, naik dari prediksi pekan sebelumnya yang berada di atas 45 persen.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Jangka Pendek

Muhammad Amru Syifa menambahkan, dalam jangka pendek rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan yang terbatas. Rentang pergerakan diproyeksikan berada di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

"Rupiah masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi pasokan serta harga energi," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks