AMBON — Ratusan ibu di Kota Ambon diajak untuk berhenti menempatkan kebutuhan dirinya di urutan terakhir. Ajakan itu mengemuka dalam Lokakarya Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Kesejahteraan Mental Ibu yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama HOPE Worldwide Indonesia di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Jumat.
Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi semata, melainkan harus menyentuh kualitas manusianya.
Ibu Kuat Bukan Berarti Serba Bisa
Menurut Bodewin, ibu memegang peran sentral dalam mendidik, mendampingi, dan membentuk karakter anak. Namun, tumpukan tanggung jawab itu kerap memicu kelelahan fisik dan tekanan emosional yang tidak disadari.
"Ibu yang kuat adalah ibu yang mampu mengenali kebutuhannya. Karena kalau mengenali kebutuhannya, maka dia akan membawa dirinya untuk bisa melakukan semua hal dengan baik," ujarnya di hadapan peserta lokakarya.
Ia menambahkan, menjadi ibu yang kuat bukan berarti harus mampu menyelesaikan seluruh persoalan seorang diri. Justru kesadaran untuk merawat diri menjadi modal utama menjalankan peran pengasuhan.
Kesehatan Mental Ibu Kunci Ketahanan Keluarga
Ketua HOPE Worldwide Indonesia Michael Y Tobing menyebut kesehatan mental ibu memiliki hubungan erat dengan pola pengasuhan dan komunikasi antar-pasangan dalam keluarga. Menurutnya, ibu yang menjalankan banyak peran kerap mengabaikan kondisi psikologisnya sendiri.
"Merawat diri bukan berarti egois. Menjaga kesehatan mental bukan berarti kita lemah. Dan meminta bantuan bukan berarti kita gagal," kata Michael.
Pihaknya menilai kolaborasi dengan TP-PKK Kota Ambon strategis karena organisasi tersebut memiliki jaringan hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat bawah. HOPE Worldwide Indonesia selama ini telah menjalankan program di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah Awal Bangun Kesadaran Kolektif
Bodewin berharap lokakarya ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Ia mendorong adanya tindak lanjut nyata dari para kader PKK untuk menyebarkan pemahaman serupa di lingkungan masing-masing.
"Kalau kita bicara tentang upaya pemerintah untuk membangun baik negara, provinsi maupun daerah, maka fokus utama kita sebenarnya adalah pada keluarga. Karena keluarga merupakan fondasi basis terkecil yang jika dibangun dengan baik, dia akan menjadi modal kekuatan bagi kita untuk membangun bangsa dan negara," tegasnya.
Michael pun berharap kegiatan ini menjadi perubahan kecil yang berdampak besar bagi keluarga di Kota Ambon. "Semakin banyak ibu yang merasa bahwa mereka tidak sendirian. Semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan saling mendukung," pungkasnya.