DOBO — Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta pelajar memadati halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten sukses menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih di tengah suasana pagi yang cerah.
Upacara yang berlangsung sekitar satu jam ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru.
Makna Kemerdekaan bagi Pembangunan Kepulauan Aru
Dalam amanatnya, Bupati Timotius Kaidel menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan tidak cukup hanya dikenang melalui upacara seremonial. Menurutnya, semangat nasionalisme harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak pada kemajuan daerah.
"Jiwa nasionalisme harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi harus diisi dengan karya dan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah," ujar Kaidel di hadapan peserta upacara.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kepulauan Aru itu juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat kepulauan. Ia meminta seluruh elemen untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan perpecahan.
Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan
Perhatian khusus disampaikan Bupati kepada generasi muda Kepulauan Aru. Kaidel mengingatkan bahwa kaum muda adalah penerus estafet pembangunan yang harus memahami sejarah perjuangan bangsa sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan.
"Generasi muda harus menjadi pelopor persatuan, memiliki semangat belajar, bekerja keras, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kepulauan Aru dan Indonesia," tegasnya.
Pemkab Kepulauan Aru berharap peringatan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan. Targetnya, mewujudkan Kepulauan Aru yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui semangat gotong royong yang terus dipelihara.