AMBON — Sebanyak 28 pemuda terbaik Maluku resmi dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka untuk bertugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat provinsi, 17 Agustus 2026. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin langsung prosesi pengukuhan di Ambon, Jumat.
Lewerissa menegaskan bahwa tanggung jawab yang diemban para anggota Paskibraka jauh lebih besar dari sekadar kemampuan baris-berbaris di lapangan upacara. Momen ini disebutnya sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda.
"Menjadi Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi bagaimana anak-anak muda ini belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan kecintaan kepada bangsa dan daerah," ujarnya dalam sambutan yang dikutip Antara.
Seleksi Ketat untuk Pastikan Kesiapan Fisik dan Mental
Proses seleksi yang dilalui puluhan putra-putri terbaik daerah itu dinilai krusial. Gubernur menyebut tahapan tersebut menjadi filter utama untuk memastikan setiap anggota memiliki kesiapan fisik, mental, dan sikap dalam menjalankan tugas negara.
Menurut Lewerissa, kepercayaan yang diberikan negara harus dijaga dengan menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan selama menjalankan tugas. Ia mengingatkan agar pengalaman ini tidak berhenti pada pelaksanaan upacara semata.
"Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk membentuk karakter. Kalian adalah bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Maluku dan Indonesia," katanya.
Semangat Kemerdekaan Diwujudkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Lewerissa juga mengaitkan tugas Paskibraka dengan nilai-nilai kebangsaan yang lebih luas. Ia meminta semangat kemerdekaan diwujudkan generasi muda melalui sikap dan tindakan nyata, termasuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
"Kepercayaan ini harus dijaga. Tunjukkan bahwa generasi muda Maluku mampu menjadi teladan, memiliki integritas dan menjunjung tinggi persatuan," pesannya.
Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat memperkuat nasionalisme, kepemimpinan, dan kepedulian sosial para anggota. Ke-28 pemuda yang dikukuhkan tersebut dianggap mewakili wajah generasi baru Maluku yang siap berkontribusi bagi bangsa.