MALUKU — Kawasan Puncak, Bogor, menjadi lautan kendaraan pada libur Maulid Nabi, Selasa (25/8/2026). Ribuan mobil pribadi dan sepeda motor memadati jalur utama menuju kawasan wisata yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan perkebunan teh ini sejak pagi hari.
Kepadatan terjadi di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di simpang Gadog, Tugu Pancoran Mas, hingga kawasan Cisarua. Volume kendaraan yang meningkat drastis dibanding hari biasa membuat laju kendaraan melambat hingga di bawah 10 km/jam.
Rekayasa Lalu Lintas One Way Situasional
Untuk mengurai kepadatan, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menerapkan sistem satu arah atau one way secara situasional. Skema ini diberlakukan tidak terjadwal, menyesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan.
Pengendara yang melintas diminta mematuhi arahan petugas di lapangan. Pasalnya, titik pemberlakuan one way bisa berpindah sewaktu-waktu mengikuti volume kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak.
Rute Alternatif yang Bisa Dipakai
Bagi pengendara yang tidak ingin terjebak macet, jalur alternatif melalui Sukabumi atau Jonggol bisa menjadi pilihan. Namun, perlu dicatat bahwa jalur alternatif ini umumnya lebih sempit dan berkelok, sehingga waktu tempuh bisa lebih lama dari biasanya.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga sore hari, seiring dengan arus balik wisatawan yang mulai meninggalkan kawasan Puncak. Informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas dapat dipantau melalui akun media sosial resmi TMC Polres Bogor.
Waktu Terbaik Menuju Puncak
Berdasarkan pola kepadatan yang terjadi, waktu terbaik menuju Puncak adalah sebelum pukul 07.00 WIB atau setelah pukul 14.00 WIB. Sementara untuk perjalanan pulang, disarankan menunggu hingga pukul 20.00 WIB untuk menghindari puncak arus balik.
Bagi yang membawa anak-anak, pastikan persediaan makanan dan air minum cukup di dalam kendaraan. Antrean panjang di gerbang tol dan jalur menanjak bisa membuat perjalanan lebih lama dari perkiraan.