Pencarian

Telkom Dorong Perusahaan Investasi Keamanan Siber Sebelum Terjadi Serangan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:19:31 WIB
Telkom Dorong Perusahaan Investasi Keamanan Siber Sebelum Terjadi Serangan
Telkom Indonesia menilai kesadaran perusahaan terhadap keamanan siber kerap muncul setelah insiden terjadi.

MALUKU — Ancaman siber kini menjadi risiko bisnis yang nyata, bukan sekadar isu teknis. Telkom Indonesia menilai banyak perusahaan baru bergerak setelah mengalami kebobolan, padahal dampaknya bisa meluas hingga ke pengguna layanan esensial seperti perbankan dan finansial.

Pesan ini mengemuka dalam IgnitePRO, side event anyar yang digelar bersamaan dengan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Forum ini dirancang khusus untuk membahas bagaimana pelaku enterprise mengoptimalkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sekaligus memastikan investasi digital mereka memberikan hasil maksimal.

Kesadaran Keamanan Muncul Setelah Insiden

Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menyoroti pola yang masih sering terjadi di kalangan perusahaan. Kesadaran akan pentingnya proteksi siber kerap muncul setelah insiden terjadi, bukan sebelum.

"Kadang-kadang ini security kan kadang baru sadar itu perlu kalau sudah kejadian," ujar Budi dalam keterangannya.

Padahal, dampak dari kebocoran data tidak hanya merugikan secara finansial. Reputasi dan kepercayaan konsumen ikut terkikis, dan pemulihannya membutuhkan waktu jauh lebih lama dibandingkan biaya pencegahan.

"Bagaimana membuat mereka aware dari awal, ini adalah satu investasi yang harus dilakukan di awal dibandingkan dengan loss, baik dari sisi financial maupun dari image dan sebagainya yang terjadi ketika security breach itu terjadi," tegas Budi.

Serangan ke Layanan Esensial Berdampak Luas

Budi menekankan bahwa risiko terbesar berada pada layanan-layanan esensial. Jika perbankan atau institusi keuangan mengalami breach, efeknya langsung dirasakan pengguna dalam skala besar.

"Kita tahu kalau ada breach, khususnya layanan-layanan yang esensial, mau banking, financial dan sebagainya, itu kan memberikan dampak yang sangat luas kepada pengguna," katanya.

Karena itu, perusahaan dituntut mengikuti perkembangan teknologi keamanan terbaru dan memahami konsekuensi jika perlindungan tidak disiapkan sejak awal. Investasi cybersecurity bukan lagi opsional, melainkan bagian dari biaya operasional yang wajib dianggarkan.

AI Jadi Pedang Bermata Dua

Urgensi penguatan keamanan siber semakin tinggi seiring meluasnya adopsi AI di sektor enterprise. Chief Commercial Officer Telin Kharisma mengatakan teknologi ini memiliki dua sisi yang berlawanan.

"Karena AI itu juga sebagai satu positif bisa meningkatkan produktivitas. Tapi dia juga bisa meningkatkan ancaman," jelas Kharisma.

Di satu sisi, AI membantu perusahaan bekerja lebih efisien. Di sisi lain, teknologi yang sama bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memperkuat serangan, mulai dari phishing yang lebih meyakinkan hingga malware yang adaptif.

Kepercayaan Konsumen Jadi Penentu Adopsi AI

Kharisma menambahkan, keberhasilan adopsi AI di kalangan enterprise sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pengguna. Konsumen hanya akan memakai layanan digital jika yakin data dan transaksinya terlindungi.

Oleh karena itu, pengembangan AI tidak cukup bertumpu pada infrastruktur semata. Aspek keamanan dan kepercayaan harus dibangun beriringan agar teknologi ini bisa diadopsi lebih luas.

IgnitePRO sendiri baru pertama kali digelar dalam rangkaian BATIC. Menurut Kharisma, forum ini lahir dari permintaan agar BATIC turut membahas kebutuhan bisnis enterprise secara lebih spesifik.

"Ini adalah perluasan daripada event BATIC untuk mungkin lebih banyak menyorot apa kontribusi dari digital provider terhadap enterprise supaya mereka bisa memanfaatkan, mengoptimalkan teknologi AI supaya mereka bisa lebih efektif dan juga mendapatkan return dari investasi di AI-nya dengan lebih maksimal," pungkasnya.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks