MALUKU — Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa daya tarik produk Honda di mata konsumen Indonesia belum memudar. Capaian tersebut dirangkum dari berbagai pameran yang diikuti sepanjang tahun, dengan model andalan seperti Brio Satya dan Brio RS tetap menjadi tulang punggung penjualan di segmen LCGC dan city car.
Menariknya, performa Super One di luar ekspektasi. Mobil listrik mungil yang baru diperkenalkan ini berhasil mengumpulkan 130 pesanan, melebihi kuota 100 unit yang disiapkan untuk pasar Indonesia tahun ini. Honda memastikan seluruh konsumen yang sudah memesan akan tetap mendapatkan unitnya.
Super One: Tiket Masuk Honda ke Pasar BEV
Kehadiran Super One menjadi langkah serius Honda setelah sebelumnya hanya merasakan pasar mobil listrik melalui e:N1 yang berstatus mobil sewa. Dengan banderol sekitar Rp 450 jutaan, hatchback listrik ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan e:N1 yang berpotensi menembus harga Rp 1 miliar.
Harga kompetitif itu menjadi modal utama Super One untuk bersaing dengan pemain asal China seperti Geely EX2 yang lebih dulu menguasai segmen hatchback listrik di Indonesia. Meski unitnya terbatas, antusiasme konsumen membuktikan bahwa masih ada ruang bagi merek Jepang di pasar kendaraan listrik Tanah Air.
Brio Satya Mulai Tertekan, Brio RS Masih Perkasa
Di segmen LCGC, posisi Brio Satya mulai tergerus. Beberapa bulan terakhir, penjualannya diungguli Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Honda seolah tak berdaya menghadapi dominasi Toyota-Daihatsu yang menguasai segmen ini dengan strategi jaringan dan varian yang lebih luas.
Namun cerita berbeda terjadi pada Brio RS. Varian tertinggi dari lini Brio ini justru masih laris di segmen city car dan mampu menahan laju kompetitor sekelasnya. Meski harganya terbilang mahal untuk ukuran mobil sekelas Brio, peminatnya tetap konsisten.
Lini Hybrid dan MPV Boxy Ikut Menyumbang Pesanan
Selain Brio dan Super One, Honda juga mengumpulkan pesanan dari lini elektrifikasinya. Model seperti HR-V, Accord, Civic, Step WGN, hingga Prelude tercatat berkontribusi, dengan HR-V menjadi penyumbang terbesar di antara model SUV lainnya. Meski performanya tidak selaris beberapa tahun lalu, compact SUV ini masih menjadi pilihan utama konsumen yang mencari kendaraan hybrid.
Prelude juga menarik perhatian, sport car terbaru Honda ini tetap bisa dipesan meski kuotanya dibatasi. Sementara Step WGN masih punya penggemar setia di segmen MPV boxy, kendati persaingan di kelasnya kian ramai dengan kehadiran rival-rival baru.
Dengan total 1.939 pesanan yang nyaris menyentuh 2.000 unit, Honda menunjukkan bahwa portofolio produknya yang beragam—dari LCGC, city car, hybrid, hingga BEV—masih mampu menjawab kebutuhan pasar Indonesia yang berbeda-beda.