Pencarian

Pemkab Kepulauan Tanimbar Latih 6 Desa Penenun Kain Tanimbar, Bidik Pasar Fesyen Nasional

Kamis, 24 September 2026 • 13:08:32 WIB
Pemkab Kepulauan Tanimbar Latih 6 Desa Penenun Kain Tanimbar, Bidik Pasar Fesyen Nasional
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jawerissa menyampaikan materi saat pelatihan pencelupan benang dan desain fesyen bagi penenun di Saumlaki.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, menggelar pelatihan pencelupan benang dan desain fesyen bagi penenun dari enam desa di Saumlaki. Pelatihan yang digelar Dekranasda KKT bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja ini menyasar penenun dari Kota Saumlaki, Desa Oililit, Tumbur, Lorulun, Lermatan, dan Latalam. Bupati Ricky Jawerissa menyebut keterampilan baru ini untuk menjaga keberlanjutan Tenun Tanimbar sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin.

SAUMLAKI — Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jawerissa menilai pengembangan keterampilan penenun menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kain Tenun Tanimbar. Pelatihan menyasar penenun dari Kota Saumlaki, Desa Oililit, Tumbur, Lorulun, Lermatan, dan Latalam, serta wirausaha baru di bidang kerajinan tenun.

Materi pelatihan mencakup pencelupan benang menggunakan pewarna alami dan desain fesyen. Dua keterampilan itu dipilih agar penenun bisa menghasilkan produk yang lebih beragam tanpa menghilangkan identitas budaya Tanimbar.

Pewarna Alami dan Desain Fesyen Jadi Materi Utama

Menurut Ricky, penggunaan bahan pewarna alami dan pengembangan desain memberi pilihan baru bagi penenun. Produk yang dihasilkan bisa lebih variatif, tetapi tetap mempertahankan karakter khas Tanimbar.

"Tenun Tanimbar bukan hanya warisan budaya yang harus kita lestarikan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang harus terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi," kata Ricky dalam keterangan yang diterima di Ambon.

Pemkab KKT mendorong pelaku usaha kerajinan untuk tidak berhenti pada produksi kain tenun. Kain tersebut diminta dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang sesuai kebutuhan pasar.

Korset dan Rompi dari Kain Tenun Digarap 22-23 September 2026

Selain pelatihan pencelupan benang dan desain fesyen, Dekranasda KKT menggelar pelatihan pembuatan korset dan rompi menggunakan kain Tenun Tanimbar. Kegiatan itu berlangsung 22-23 September 2026 di Saumlaki.

Pelatihan tersebut menghadirkan desainer Amelia Jang sebagai instruktur. Peserta dibekali keterampilan mengolah kain Tenun Tanimbar menjadi produk fesyen yang memadukan unsur tradisional dengan desain modern.

"Harapannya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga produk Tenun Tanimbar memiliki kualitas yang semakin baik dan nilai jual yang meningkat," ujar Ricky.

Produk Turunan Dianggap Kunci Menembus Pasar Lebih Luas

Ketua Dekranasda KKT Sheren Amelinda Jauwerissa menilai pengembangan produk turunan menjadi bagian penting agar kain Tenun Tanimbar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kain tenun tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga perlu terus dikembangkan.

"Kain Tenun Tanimbar tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus dikembangkan agar dapat hadir dalam berbagai bentuk produk yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Sheren berharap peningkatan keterampilan dan kreativitas pelaku kerajinan dapat membuka peluang usaha baru. Pengembangan itu juga diharapkan memperluas pemanfaatan kain Tenun Tanimbar dalam industri fesyen.

Dengan pengembangan desain, warna, dan produk turunan, kain Tenun Tanimbar diharapkan mampu bersaing di pasar lokal, nasional hingga internasional. Karakter dan identitas budaya daerah tetap dipertahankan dalam setiap produk yang dihasilkan.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks