TUAL — Pembangunan Kantor DPD Partai Perindo Kota Tual resmi dimulai setelah Wali Kota Akhmad Yani Renuat meletakkan batu pertama di Desa Fiditan. Kegiatan itu dirangkai dengan peringatan HUT ke-12 partai. Renuat menegaskan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam mempercepat kemajuan wilayah.
Sinergi Lintas Elemen Jadi Kunci Pembangunan Kota Tual
Renuat menyebut pembangunan daerah membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia merinci elemen yang dimaksud, mulai dari DPRD, partai politik, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, sampai pemuda.
"Pemda tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan sinergi antara DPRD, partai politik, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, OKP, tokoh agama, dan pemuda," jelas Renuat, dikutip Senin (12/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat prosesi peletakan batu pertama berlangsung. Renuat berharap percepatan pembangunan di Kota Tual berjalan berkesinambungan, bukan hanya bergantung pada satu institusi.
Kantor Partai Diminta Jadi Ruang Pengabdian Warga
Renuat meminta bangunan baru itu tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi organisasi. Ia mendorong kantor tersebut menjadi ruang pengabdian yang memfasilitasi kebutuhan warga sekitar.
Harapan itu sejalan dengan posisi partai politik yang dinilai perlu memberi manfaat langsung ke masyarakat. Renuat menekankan fungsi bangunan harus terasa bagi warga Desa Fiditan dan sekitarnya, bukan sekadar tempat kegiatan internal partai.
Perindo Kota Tual Siap Tampung Keluhan Masyarakat
Ketua DPD Partai Perindo Kota Tual Yakub Letsoin memastikan pembangunan fisik dibarengi komitmen menyediakan ruang interaksi publik. Kantor itu akan dimaksimalkan untuk menampung keluhan masyarakat.
Letsoin menyatakan komitmen tersebut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan partai di tingkat daerah. Ruang keluhan warga disiapkan agar aspirasi bisa tersalurkan lewat jalur yang mudah diakses.
Pembangunan Kantor DPD Partai Perindo Kota Tual menambah daftar fasilitas kelembagaan partai di Maluku. Proses pembangunan fisik akan berlanjut setelah peletakan batu pertama di Desa Fiditan.