MALUKU — Apple resmi memperluas ekosistem smart home-nya lewat Apple Home Collection, rangkaian sembilan perangkat hasil kolaborasi dengan LG Electronics dan Schneider Electric. Harga mulai USD39,95 (sekitar Rp700 ribuan) untuk sensor suhu hingga USD399,95 (sekitar Rp7 jutaan) untuk Floodlight Cam, tetapi Indonesia belum masuk daftar pasar awal yang baru tersedia Desember 2026.
Apple Home Collection mencakup CCTV, bel pintu berkamera, smart lock, hingga termostat yang seluruhnya terhubung langsung ke ekosistem Apple Home tanpa aplikasi pihak ketiga. LG Electronics mengisi porsi terbesar lini ini dengan empat kamera keamanan beresolusi rekaman hingga 2.5K.
CCTV dengan Rekaman 2.5K dan Deteksi Paket
Salah satu perangkat yang paling menonjol adalah Video Doorbell Wired. Bel pintu ini dibekali dua kamera sekaligus, satu untuk memantau tamu dan satu lagi khusus mendeteksi paket yang ditinggal di depan pintu.
Untuk area luar ruangan, Floodlight Cam menawarkan lampu sorot otomatis plus night vision berwarna. Sementara Indoor Cam punya kemampuan mengubah arah kamera secara otomatis untuk menghentikan pemantauan ketika anggota keluarga terdeteksi berada di rumah.
Apple Intelligence Bikin Rekaman Bisa Dicari Pakai Bahasa Sehari-hari
Kamera yang kompatibel mendapat dukungan Apple Intelligence. Artinya, pengguna bisa membuat rangkuman video otomatis dan mencari rekaman tertentu cukup dengan perintah bahasa sehari-hari, bukan lagi scroll manual menit demi menit.
Rekaman disimpan dengan enkripsi dan bertahan hingga 10 hari lewat layanan iCloud+. Catatan pentingnya, fitur AI ini tidak jalan di semua perangkat. Dibutuhkan perangkat Apple yang kompatibel plus hub Apple Home yang didukung, jadi pengguna dengan perangkat lama perlu cek dulu sebelum membeli.
Smart Lock Ultra Wideband dan Termostat Adaptif
Smart Deadbolt Lock dari LG membuka pintu otomatis begitu mendeteksi iPhone atau Apple Watch resmi milik pengguna melalui Ultra Wideband. Kalau baterai habis atau perangkat tertinggal, masih ada opsi NFC, PIN, atau kunci fisik sebagai cadangan.
Untuk pengaturan suhu, LG dan Schneider Electric menyediakan termostat yang menyesuaikan suhu berdasarkan aktivitas penghuni. Mode bisa berubah otomatis antara saat di rumah, tidur, atau bepergian tanpa perlu diatur manual.
Sembilan Perangkat, Satu Ekosistem Thread
Seluruh sembilan perangkat mendukung jaringan Thread dan bisa dikendalikan lewat Siri maupun aplikasi Apple Home. Daftar lengkapnya mencakup:
- Video Doorbell Wired (dua kamera, deteksi paket)
- Floodlight Cam (lampu sorot otomatis, night vision berwarna)
- Indoor Cam (kamera bisa diarahkan ulang otomatis)
- Kamera keamanan LG tambahan hingga total empat unit
- Smart Deadbolt Lock (Ultra Wideband, NFC, PIN, kunci fisik)
- Termostat LG dan Schneider Electric
- Sensor suhu
Harga dan Ketersediaan: Indonesia Belum Kebagian
Bandrol termurah ada di sensor suhu dengan harga USD39,95 atau sekitar Rp700 ribuan. Sementara Floodlight Cam jadi yang termahal di USD399,95 atau sekitar Rp7 jutaan.
Produk Home Collection dijadwalkan mulai tersedia Desember 2026 di sejumlah negara. Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar pasar awal, jadi calon pembeli lokal harus menunggu pengumuman resmi berikutnya atau opsi impor dengan risiko garansi.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli
- Fitur AI butuh hub Apple Home dan perangkat Apple kompatibel, bukan sekadar iPhone terbaru
- Penyimpanan rekaman 10 hari bergantung langganan iCloud+, ada biaya bulanan tambahan
- Belum ada tanggal resmi masuk Indonesia, harga lokal dan garansi belum jelas
- Ketergantungan penuh pada ekosistem Apple, kurang ramah kalau rumah pakai campuran Android dan Alexa
Apple Home Collection menyasar pengguna yang sudah dalam ekosistem Apple dan ingin sistem keamanan plus pengaturan suhu yang terintegrasi tanpa aplikasi tambahan. Buat yang rumahnya campur Android, Google Home, atau Alexa, lini ini justru menambah kerumitan alih-alih menyederhanakan.