Pencarian

MIND ID Beberkan 4 Fondasi Hilirisasi Mineral, Incar Pasar Global

Selasa, 03 November 2026 • 08:50:01 WIB
MIND ID Beberkan 4 Fondasi Hilirisasi Mineral, Incar Pasar Global
Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir MIND ID Achmad Ardianto memaparkan empat fondasi hilirisasi mineral dalam forum DTIIF 2026 di Jakarta.

MALUKU — MIND ID memaparkan empat fondasi utama penguatan hilirisasi mineral nasional dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta. Keempat fondasi itu mencakup ketahanan cadangan, pengembangan hilirisasi bernilai tambah, pusat keunggulan proyek dan operasi, serta teknologi adaptif. Strategi ini disiapkan agar industri mineral Indonesia tidak sekadar mengolah bahan mentah, tetapi mampu bersaing di rantai pasok global.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir MIND ID Achmad Ardianto menegaskan pengembangan proyek hilirisasi tidak bisa hanya bersandar pada potensi sumber daya alam dan kapasitas pengolahan. Prospek permintaan produk harus jadi pertimbangan utama sejak tahap perencanaan. Standar strategis yang ditetapkan perusahaan, katanya, mesti berorientasi ke depan.

Empat Fondasi yang Jadi Pijakan

Fondasi pertama adalah ketahanan cadangan dan sumber daya mineral. MIND ID menilai pasokan bahan baku yang stabil menjadi syarat mutlak agar proyek hilirisasi tidak berhenti di tengah jalan. Fondasi kedua menyangkut pengembangan hilirisasi bernilai tambah, bukan sekadar peningkatan volume olahan.

Fondasi ketiga adalah pembangunan pusat keunggulan proyek dan operasi. Lewat pusat ini, MIND ID ingin memastikan standar operasional dan tata kelola proyek berjalan seragam di seluruh lini bisnis. Fondasi keempat, penerapan teknologi yang adaptif dan inovatif, menjadi kunci daya saing jangka panjang.

“Yang penting, standar strategis yang kita tetapkan harus berorientasi pada masa depan. Artinya, kita harus menyelaraskannya dengan kebutuhan pasar dan masyarakat pada masa mendatang, baik di tingkat global maupun nasional,” kata Achmad dalam forum tersebut.

Teknologi Lewat Kemitraan Global

Pada aspek teknologi, MIND ID memperluas kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan global. Kerja sama ini diarahkan untuk membuka akses teknologi, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi industri.

Wujudnya terlihat pada kerja sama ANTAM dan INALUM dengan Chalieco dalam pengembangan teknologi. MIND ID juga memperkuat ekosistem pengolahan nikel melalui Indonesia Growth Project (IGP) yang dikembangkan PT Vale Indonesia bersama mitra strategis.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026 Sigit Puji Santosa meminta kolaborasi teknologi tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Menurut dia, kerja sama harus berujung pada inovasi yang langsung bisa diterapkan di industri.

“Di Danantara, kami membangun kerja sama untuk mendorong inovasi yang dapat langsung diimplementasikan di industri. Dengan demikian, kami tidak hanya menjadi pihak yang mengadopsi apa yang telah dilakukan pihak lain, tetapi juga menjadi pionir dalam inovasi. Kami tidak akan berhenti pada MoU, tetapi menindaklanjutinya menjadi proyek-proyek konkret yang dapat segera dijalankan dan menunjukkan dampak nyata,” ujar Sigit.

Menjajaki Cadangan Baru di Tiga Kawasan

Untuk memperkuat sisi sumber daya, MIND ID menjajaki investasi dan kemitraan strategis di sejumlah kawasan dunia. Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan masuk dalam radar perusahaan sebagai wilayah perluasan akses mineral baru.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengamankan pasokan mineral untuk menopang kebutuhan industri masa depan. Ketahanan cadangan dinilai sebagai salah satu faktor penentu keberlanjutan proyek hilirisasi nasional dalam jangka panjang.

MIND ID memanfaatkan forum DTIIF 2026 untuk memperkenalkan pendekatan pengembangan industri berbasis teknologi, inovasi, dan kolaborasi. Pendekatan itu diarahkan agar hilirisasi mineral tidak berhenti pada penambahan kapasitas pengolahan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.

Bagi MIND ID, keempat fondasi tersebut menjadi kerangka kerja yang menyatukan hulu dan hilir: menjaga pasokan, mengolah dengan nilai tambah, membangun kompetensi operasi, dan menguasai teknologi. Ekosistem yang terbentuk diharapkan membuat industri mineral nasional lebih tahan terhadap gejolak permintaan maupun tekanan pasokan global.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks