Pencarian

Perwira Pertamina Terangi Dusun Bondan, Warga Kini Mandiri Energi

Jumat, 06 November 2026 • 08:49:31 WIB
Perwira Pertamina Terangi Dusun Bondan, Warga Kini Mandiri Energi
Pegawai Pertamina mendampingi warga Dusun Bondan, Cilacap, dalam pemanfaatan energi surya dan angin untuk kebutuhan listrik sehari-hari.

MALUKU — Program Desa Energi Berdikari (DEB) PT Pertamina (Persero) menghadirkan listrik dan air bersih bagi warga Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah, lewat pembangkit surya dan angin berkapasitas 16.200 Wp. Inisiatif yang berawal dari karya tulis ilmiah pegawai Pertamina pada 2017 itu kini menopang tambak warga sekaligus membuka jalan kemandirian ekonomi desa.

Perwira Pertamina Subholding Downstream, Sunaryo Adi Putra, menuturkan bahwa gagasan program bermula dari kegiatan tahunan Serikat Pekerja Pertamina pada 2017. Saat itu tema yang diangkat seputar teknologi, sains, dan terapan. Dari situ muncul ide memanfaatkan dua sumber energi terbarukan sekaligus: sinar matahari dan angin.

Ide tersebut berangkat dari temuan sederhana. Di sekitar area kilang, masih ada permukiman yang sulit mengakses penerangan. Pertamina lalu melakukan survei dan menemukan Dusun Bondan sebagai lokasi yang paling cocok untuk menerapkan teknologi panel surya dan pembangkit angin.

Listrik Jadi Pintu Masuk Program

Langkah pertama yang diambil Pertamina adalah memastikan setiap warga mendapat akses listrik. Setelah itu, kapasitas listrik di dusun ditingkatkan agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan produktif, termasuk freezer penyimpan hasil tambak.

Kapasitas energi baru terbarukan yang terpasang mencapai 16.200 Wp. Rinciannya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 12.000 Wp dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 4.200 Wp.

"Waktu itu saya tidak terbayang ternyata di satu di area kilang, itu masih ada yang sulit akses penerangan. Akhirnya kita survei. Nah, di Dusun Bondan itulah, kami menemukan, ada sebuah desa yang miris sekali," ujar Adi dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).

Air Bersih dan Mitigasi Banjir Rob

Setelah listrik, Pertamina masuk ke persoalan air bersih. Warga Dusun Bondan yang menggantungkan hidup dari tambak sebelumnya hanya mengandalkan air tadah hujan. Kini air bisa dipompa dari sumur dan difiltrasi sehingga layak dipakai sehari-hari.

Program ketiga menyasar risiko banjir rob yang kerap mengancam hasil tambak. Pertamina membangun Early Warning System Rob Flood (EWSRF) sebagai sistem peringatan dini, sehingga warga punya waktu bersiap sebelum air laut masuk ke area tambak.

Koperasi agar Manfaat Tak Berhenti

Agar dampak program tidak berhenti saat pendampingan selesai, Pertamina mendorong pembentukan koperasi di tingkat warga. Koperasi ini menjadi wadah pengolahan bahan pangan dari hasil tambak, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dusun.

"Dan terakhir ada koperasi, nah, supaya berkelanjutan tadi, kita bentuk koperasi, supaya bahan pangan tadi yang bisa diolah dari tambak," kata Adi.

Bagi Pertamina, Dusun Bondan menjadi contoh bagaimana program TJSL dirancang berlapis: listrik dulu, lalu air bersih, lalu perlindungan aset produktif, dan terakhir kelembagaan ekonomi. Pendekatan berurutan itu membuat setiap infrastruktur yang dibangun punya fungsi lanjutan, bukan sekadar proyek seremonial.

Bagi warga, perubahan paling terasa ada di hal paling dasar. Rumah yang dulu gelap kini punya penerangan, tambak yang dulu bergantung musim hujan kini punya pasokan air, dan hasil panen bisa disimpan lebih lama. Kemandirian energi di tingkat dusun seperti di Bondan menjadi gambaran kecil bagaimana transisi energi bisa menyentuh wilayah yang selama ini luput dari perhatian.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks