Pencarian

Microsoft Siapkan Update DirectX, Pangkas VRAM Ray Tracing hingga 90 Persen

Rabu, 04 November 2026 • 11:21:01 WIB
Microsoft Siapkan Update DirectX, Pangkas VRAM Ray Tracing hingga 90 Persen
Microsoft menyiapkan pembaruan DirectX Raytracing dengan fitur Clustered Geometry dan PTLAS untuk menekan pemakaian VRAM.

MALUKU — Microsoft menyiapkan pembaruan DirectX Raytracing yang diklaim mampu menekan pemakaian VRAM hingga 90 persen lewat dua fitur baru, Clustered Geometry dan Partitioned Top-Level Acceleration Structures. Teknologi ini menyasar GPU NVIDIA RTX, Intel Arc B-Series, dan AMD Radeon RX 9000, meski masih berstatus preview dan belum bisa dipakai gamer awam. Jika berhasil diadopsi luas, ray tracing tak lagi menuntut kartu grafis berkapasitas memori besar.

Pengujian internal Microsoft memakai Radeon RX 9070 menunjukkan pemakaian memori acceleration structure turun dari sekitar 7,5 GB menjadi 774 MB, atau berkurang 89,7 persen. Pada sampel uji yang sama, performa melonjak dari 1,2 FPS ke 79 FPS. Angka tersebut berasal dari skenario pengujian khusus, bukan benchmark game komersial yang beredar di pasaran.

Apa Itu Clustered Geometry dan PTLAS

Clustered Geometry memecah model 3D menjadi kelompok kecil berisi maksimal 256 segitiga. Dengan cara itu, GPU tak perlu membangun ulang seluruh data geometri tiap kali objek bergerak atau berubah, cukup memakai kembali kelompok yang sudah tersedia.

PTLAS mengambil pendekatan berbeda. Fitur ini membagi lingkungan game menjadi beberapa area, sehingga hanya bagian yang mengalami perubahan saja yang perlu diperbarui. Microsoft menyebut keduanya sebagai pembaruan paling signifikan untuk DirectX Raytracing sejak teknologi itu diperkenalkan pada 2018.

Dampak ke Developer dan Kualitas Visual

Efisiensi data geometri membuka ruang bagi developer menghadirkan ray tracing dengan detail objek lebih tinggi. Selama ini sejumlah game memakai model geometri lebih sederhana karena tertekan kebutuhan ray tracing yang membebani pemrosesan GPU.

Microsoft menegaskan fitur ini tidak menuntut kemampuan hardware baru di luar dukungan ray tracing yang sudah ada. Dukungan awal mencakup GPU NVIDIA RTX, Intel Arc B-Series, dan AMD Radeon RX 9000. Implementasi driver per generasi GPU tetap diperlukan, sementara dukungan untuk kartu grafis lama belum dipastikan.

Bukan Konsep Baru di Industri GPU

NVIDIA lebih dulu menghadirkan pendekatan serupa lewat RTX Mega Geometry. Bedanya, integrasi Clustered Geometry ke DirectX membuka peluang bagi lebih banyak produsen GPU memakai teknik tersebut tanpa bergantung pada teknologi eksklusif satu vendor.

Kapan Gamer Bisa Memakainya

Clustered Geometry dan PTLAS masih berada di tahap preview. Pemanfaatannya membutuhkan integrasi dari developer, driver yang sesuai, serta Windows Developer Mode untuk pengujian. Microsoft juga memperingatkan kebutuhan memori sementara untuk proses pembangunan cluster justru lebih tinggi, sehingga hasil akhir bergantung pada kemampuan optimasi developer.

Bagi pengguna smartphone dan pelaku bisnis digital, pembaruan ini lebih relevan sebagai sinyal arah industri grafis: beban komputasi berat perlahan dipindahkan ke efisiensi software, bukan sekadar penambahan kapasitas hardware. Dampaknya baru terasa di PC gaming dan workstation kreatif, bukan perangkat mobile dalam waktu dekat.

Jika diadopsi luas, gamer berpeluang menikmati kualitas ray tracing lebih baik tanpa harus membeli GPU ber-VRAM lebih besar. Kondisi itu relevan di tengah mahalnya harga komponen PC belakangan ini.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jagatplay.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks