Pencarian

Elon Musk Rugi Rp 8,5 Triliun Setelah Kandidat Dukungannya Kalah di Pemilu Sela AS

Kamis, 05 November 2026 • 14:05:30 WIB
Elon Musk Rugi Rp 8,5 Triliun Setelah Kandidat Dukungannya Kalah di Pemilu Sela AS
Elon Musk mengalokasikan donasi politik setidaknya USD 474 juta pada pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

MALUKU — Elon Musk menyalurkan donasi politik setidaknya USD 474 juta (setara Rp 8,5 triliun) pada pemilu paruh waktu Amerika Serikat, tetapi kandidat favoritnya di Texas justru kalah telak. Kekalahan calon Senat Ken Paxton dan Gubernur Greg Abbott itu mengguncang pasar hingga saham SpaceX dan Tesla anjlok. Hasil ini dinilai sebagai penolakan pemilih terhadap pengaruh miliarder dan ekspansi industri AI.

Sebanyak USD 224 juta dari total donasi politik Elon Musk mengalir khusus ke Texas, negara bagian yang menjadi basis mayoritas kerajaan bisnisnya. Texas memilih Gina Hinojosa sebagai gubernur baru dari Partai Demokrat, sementara kursi Senat direbut kandidat Demokrat, mengalahkan Ken Paxton yang didukung Musk.

Kekalahan tersebut mengguncang pasar pada malam yang sama. Saham SpaceX dan Tesla anjlok, sementara saham-saham teknologi secara lebih luas tertekan setelah Demokrat memastikan kendali atas Kongres.

Mengapa Texas Menjadi Taruhan Utama Musk

Texas bukan sekadar markas politik bagi Musk. Tesla mengoperasikan pabrik kendaraan terbesar di Amerika Serikat dekat Austin, SpaceX meluncurkan roket dari Starbase di Texas Selatan, dan Musk mengincar tambahan investasi di bidang AI serta manufaktur semikonduktor.

Seluruh operasi itu bergantung pada keputusan negara bagian soal listrik, air, izin lingkungan, infrastruktur, dan insentif pajak. Gubernur terpilih Gina Hinojosa berkampanye menentang subsidi perusahaan yang terlalu murah sekaligus menentang Musk secara terbuka.

Apa yang Akan Diubah Gubernur Baru

Hinojosa menyerukan moratorium data center baru, penghentian keringanan pajak bagi industri, dan kewajiban bagi pengembang untuk menanggung seluruh biaya listrik. Dalam pidato kemenangannya, ia bersumpah mengambil alih kekuasaan dari orang-orang kuat yang merasa nyaman mengendalikan Texas.

Partai Republik masih mengendalikan Badan Legislatif negara bagian, sehingga ruang Hinojosa merombak kebijakan tetap terbatas. Meski begitu, pemerintahannya bisa mempersulit rencana ekspansi Musk lewat pendekatan yang lebih ketat pada perizinan dan insentif.

Pesan Senator Terpilih: Uang Besar Tak Boleh Membeli Pemilu

Di tingkat nasional, pemilih memberi perlawanan terhadap pengaruh miliarder dan kekuatan perusahaan teknologi. Mereka memilih tokoh-tokoh yang kritis terhadap industri AI dan menyetujui pembatasan pada data center yang selama ini memicu ekspansi sektor tersebut.

"Kita harus mengeluarkan uang besar dari politik kita, agar tak ada miliarder atau triliuner bisa membeli pemilu kita. Kita harus memperbaiki sistem ekonomi curang ini, yang hanya menguntungkan 1% kelompok teratas," kata senator terpilih dari Demokrat, James Talarico, dalam pidato kemenangannya, dikutip dari CNBC.

Dampak ke Bisnis Musk dan Kontrak Pemerintah

Hasil pemilu membuat Musk kehilangan banyak sekutu di Kongres. Demokrat yang kini menguasai parlemen berpotensi menyelidiki kontrak federal perusahaannya, kepemimpinannya di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), serta relasi bisnisnya dengan Washington.

Pengawasan Kongres dapat memperlambat kontrak pemerintah yang menguntungkan SpaceX. Namun Presiden Trump masih mengendalikan lembaga-lembaga eksekutif dan memegang hak veto, sehingga kemampuan Demokrat membalik kebijakan yang menguntungkan bisnis teknologi pertahanan Musk tetap terbatas.

Bagi pasar, sinyal yang muncul jelas: dukungan finansial besar tidak otomatis berbuah kemenangan politik, dan investor teknologi kini harus memperhitungkan risiko regulasi dari perubahan peta kekuasaan di negara bagian maupun Kongres.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks