AMBON — Ratu Dian Hatifa menilai Desy Kosita Hallauw sebagai sosok perempuan energik yang memiliki kapasitas sebagai politisi. Penilaian itu disampaikannya usai memimpin pengukuhan Ketua PD KPPG Maluku di Amaris Hotel Ambon.
Kepemimpinan Desy diharapkan menghadirkan semangat baru dalam menggerakkan organisasi perempuan Partai Golkar di Maluku. Ratu menekankan bahwa KPPG bukan sekadar sayap organisasi, melainkan bagian dari mesin politik partai.
Mengapa Golkar Perkuat KPPG Jelang Pemilu 2029
Konsolidasi organisasi perempuan dilakukan Partai Golkar Provinsi Maluku sebagai persiapan menghadapi agenda politik mendatang, khususnya Pemilu 2029. KPPG diposisikan memiliki peran strategis dalam memperkuat konsolidasi dan mesin politik partai.
Peran itu mencakup sejumlah agenda politik yang berurutan, mulai dari Pilkada, Pemilihan Presiden, hingga Pemilu Legislatif 2029. Pengukuhan Desy menjadi langkah awal Golkar Maluku memetakan kekuatan organisasi perempuannya.
Target KPPG Maluku: Lahirkan Kader Perempuan Potensial
Ratu berharap KPPG Maluku dapat melahirkan kader-kader perempuan potensial yang mampu mengambil peran penting dalam politik dan pemerintahan. Salah satu tolok ukurnya adalah peningkatan keterwakilan Partai Golkar di DPR RI.
Harapan itu disampaikan di hadapan peserta Orientasi KPPG Maluku yang digelar bersamaan dengan pengukuhan. Orientasi tersebut menjadi bekal awal bagi pengurus baru sebelum menjalankan program organisasi.
Desy Kosita Hallauw dan Masa Kepemimpinan 2026-2030
Desy Kosita Hallauw resmi memegang mandat Ketua PD KPPG Maluku untuk periode 2026-2030. Pengukuhan dilakukan Ratu Dian Hatifa selaku Wakil Ketua Umum I Pimpinan Pusat KPPG.
Dengan masa kepemimpinan empat tahun, Desy memiliki ruang menyiapkan struktur organisasi perempuan Golkar di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Persiapan itu menjadi bagian dari pemanasan menuju Pemilu 2029.
Partai Golkar Provinsi Maluku belum merinci program kerja KPPG ke depan. Yang jelas, arah konsolidasi sudah ditetapkan: memperkuat organisasi perempuan sebagai bagian dari mesin politik partai menghadapi rangkaian agenda elektoral mendatang.