AMBON — Potensi sektor kelautan dan perikanan Maluku dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi, namun masih perlu pengelolaan serius. Hal itu disampaikan Wamendagri Ribka Haluk saat meninjau langsung pelaksanaan program pembangunan di provinsi kepulauan tersebut.
"Kami melihat Maluku memiliki potensi yang sangat besar, terutama di sektor maritim. Potensi yang ada di atas laut maupun di bawah laut harus dikelola secara optimal agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ribka dalam pertemuan bersama Pemprov Maluku di Ambon, Jumat.
Potensi Mutiara hingga Perikanan Tangkap Jadi Fokus
Ribka menekankan bahwa komoditas bernilai tinggi seperti mutiara, perikanan tangkap, dan budidaya kelautan harus terus dikembangkan. Menurutnya, pengelolaan yang optimal akan memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat pesisir.
Selain sektor maritim, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian berbagai program prioritas nasional. Ribka mengapresiasi kinerja Pemprov Maluku yang telah merealisasikan 60 dari 68 indikator PSN, atau sekitar 88 persen.
Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melaporkan sejumlah capaian positif. Pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2025 mencapai 5,44 persen, naik dibanding 2024 yang sebesar 5,34 persen. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 15,78 persen menjadi 15,25 persen.
Capaian itu meliputi program pengentasan kemiskinan ekstrem, pembangunan rumah rakyat, penyaluran cadangan beras pemerintah, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), program Makan Bergizi Gratis, hingga pembentukan koperasi di 1.235 desa dan kelurahan.
Realisasi APBD Rendah, Kemendagri Siapkan Pendampingan
Di sisi lain, Wamendagri menyoroti realisasi pendapatan APBD Provinsi Maluku yang masih rendah. Memasuki bulan Juni, serapan anggaran dinilai perlu dipacu agar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Memasuki bulan Juni, realisasi anggaran harus terus dipacu. Kemendagri siap memberikan pendampingan penuh agar serapan anggaran berjalan optimal dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar Ribka.
3 Proyek Strategis yang Jadi Unggulan Maluku
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Hendrik meminta dukungan Kemendagri untuk mempercepat tiga proyek strategis yang dinilai menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah:
- Maluku Integrated Port — bagian dari pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu untuk memperkuat konektivitas antarpulau.
- Proyek gas abadi Blok Masela — percepatan pengembangan yang diharapkan mendorong industri energi dan hilirisasi.
- Bendungan Wayapu — penyelesaian pembangunan untuk mendukung ketahanan pangan dan irigasi pertanian.
Menurut Hendrik, keberhasilan proyek-proyek tersebut akan memperkuat posisi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang berperan penting dalam ketahanan pangan, energi, dan ekonomi maritim nasional.
Kunjungan Wamendagri ini diharapkan memperkuat kolaborasi pusat-daerah dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan Maluku sebagai poros maritim menuju Indonesia Emas 2045.