MALUKU TENGAH — Empat tempat ibadah dari agama berbeda menjadi lokasi belajar di luar kelas bagi para siswa SD Negeri 257 Maluku Tengah. Program kunjungan yang digelar dalam rangka menyambut tahun ajaran baru ini membawa para pelajar ke Gereja Maranatha, Masjid Al-Fatah, Katedral Katolik, dan Klenteng.
Kepala SD Negeri 257 Maluku Tengah, Paulina Matakena, S.Pd., mengatakan kegiatan berjalan sukses dan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Anak-anak terlihat sangat senang selama mengikuti perjalanan edukatif tersebut.
Belajar Langsung tentang Keberagaman
Selama kunjungan, siswa dari berbagai latar belakang agama tampak aktif berinteraksi dan mengajukan pertanyaan di setiap lokasi. Mereka diperkenalkan pada nilai-nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.
“Anak-anak sangat senang mengikuti kegiatan ini. Semua berjalan aman dan terkendali. Mereka belajar langsung tentang kebersamaan, saling berbagi, dan saling mengasihi meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda,” ujar Paulina.
Makan Bersama Jadi Puncak Acara
Tidak sekadar melihat-lihat tempat ibadah, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan yang telah dipersiapkan sekolah. Salah satu rangkaian program yang paling dinanti adalah makan bersama yang melibatkan seluruh peserta tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Paulina menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Menurutnya, pembelajaran tentang toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kemajemukan.
“Kegiatan ini mengajarkan anak-anak bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama. Justru dari keberagaman itulah mereka belajar saling menghormati dan memperkuat persatuan,” tutupnya.
Program kunjungan ke empat rumah ibadah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif bagi peserta didik di Maluku Tengah.