AMBON — Pelaku usaha kecil dan menengah di Maluku selama ini kerap kesulitan menembus proyek migas berskala besar karena standar teknis dan sertifikasi yang tinggi. Kini, Unpatti dan Inpex Masela Ltd berupaya menjembatani kesenjangan itu dengan program penguatan kapasitas penyedia barang dan jasa lokal.
Kajian Kesiapan Daerah Jadi Pijakan Strategis
Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy mengatakan bahwa pihaknya bersama Inpex telah melakukan kajian komprehensif. Kajian itu mencakup kesiapan vendor lokal, ketersediaan tenaga kerja lokal, serta peluang pengadaan barang dan jasa di daerah.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki kemampuan dan standar yang dibutuhkan sehingga dapat terlibat dalam rantai pasok proyek Blok Masela dan memperoleh manfaat ekonomi secara maksimal,” ujarnya dalam FGD bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG”.
Menurut Fredy, hasil kajian itu akan menjadi dasar rekomendasi strategis agar usaha dan tenaga kerja Maluku mampu memenuhi kebutuhan industri migas. “Kehadiran proyek ini harus menjadi momentum agar sumber daya alam Maluku tidak hanya diekstraksi, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Target: Proyek Dikelola Putra-Putri Maluku
Vice President Supply Chain Management Inpex Masela Ltd Rudi Imran menegaskan komitmen perusahaannya untuk melibatkan masyarakat lokal. Pengembangan SDM, penguatan vendor, dan pemanfaatan potensi sumber daya daerah menjadi fokus utama kerja sama dengan Unpatti.
“Kami berharap suatu hari nanti proyek ini dapat dibangun dan dioperasikan oleh putra-putri Maluku dari berbagai tingkatan. Karena itu, persiapan kapasitas SDM dan pelaku usaha lokal harus dilakukan sejak sekarang,” kata Rudi.
Ia juga berharap pemerintah daerah segera menyiapkan kebijakan yang melindungi dan memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dengan masuknya investasi besar. “Kami ingin manfaat proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat Maluku melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, vendor lokal, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Dampak bagi UMKM Maluku
Proyek Abadi LNG di Blok Masela selama ini menjadi salah satu proyek migas terbesar di Indonesia timur. Tanpa intervensi penguatan kapasitas, vendor lokal kerap hanya menjadi penonton di proyek raksasa semacam itu. FGD ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem rantai pasok yang tidak hanya menguntungkan kontraktor besar, tetapi juga warung, bengkel, dan penyedia jasa di kampung-kampung Maluku.