Pencarian

45 Guru IPS di Ambon Dilatih OJK Jadi Duta Literasi Keuangan, Garda Terdepan Lawan Penipuan Finansial

Selasa, 14 Juli 2026 • 20:09:31 WIB
45 Guru IPS di Ambon Dilatih OJK Jadi Duta Literasi Keuangan, Garda Terdepan Lawan Penipuan Finansial
guru IPS dari SMP dan MTs di Kota Ambon mengikuti pelatihan sebagai Duta Literasi Keuangan yang digagas OJK Provinsi Maluku.

AMBON — Sebanyak 45 guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Ambon resmi menjalani pelatihan sebagai Duta Literasi Keuangan. Program yang digagas OJK Provinsi Maluku ini merupakan respons atas maraknya kejahatan di sektor jasa keuangan yang menyasar masyarakat.

Kegiatan Training of Trainers (ToT) dan pengenalan modul ajar literasi keuangan itu berlangsung pada 30 Juni 2026. Pelatihan ini menjadi rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 di Kota Ambon dan merupakan sinergi antara OJK Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta Kementerian Agama setempat.

Apa yang Diajarkan kepada Para Guru?

Para guru tidak hanya dibekali teori pengelolaan keuangan. Mereka juga mendapat materi tentang modus-modus penipuan finansial terkini, aktivitas keuangan ilegal, hingga cara mengidentifikasi investasi bodong. Materi disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, MGMP IPS, serta praktisi dari sejumlah lembaga jasa keuangan.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi keuangan. “Bapak/Ibu Guru kami harapkan dapat menjadi bagian penggerak Duta Literasi Keuangan yang akan membangun generasi muda cerdas keuangan melalui penyampaian edukasi keuangan yang terstruktur,” ujarnya.

Mengapa Program Ini Mendesak Dilaksanakan?

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Ambon Nomor 400.3.1/10/SE/2026 yang diterbitkan pada 18 April 2026. Surat edaran tersebut mengatur implementasi Program BETA KEJAR (Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar). Modul ajar literasi keuangan yang digunakan dalam pelatihan ini sebelumnya telah diluncurkan oleh Wali Kota Ambon pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026.

Haramain menekankan bahwa pemahaman keuangan yang baik sejak usia sekolah akan membentuk karakter dan perilaku finansial generasi muda. Ia juga mengajak para guru untuk aktif mengedukasi masyarakat di luar kelas. “Saya ikut mengajak Bapak dan Ibu Guru peserta ToT menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk cerdas dalam mengelola keuangan dan berani mengatakan tidak terhadap berbagai jenis aktivitas keuangan ilegal,” tegasnya.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Pelatihan Ini?

Sejumlah lembaga jasa keuangan turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Bank Maluku dan Maluku Utara, Bank Syariah Indonesia, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Pegadaian Cabang Ambon, dan Adira Finance Cabang Ambon. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat pemahaman guru tentang ekosistem jasa keuangan secara menyeluruh.

Melalui program ini, OJK Maluku berharap para guru mampu menjadi motor penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, diharapkan terbentuk generasi muda yang cerdas secara finansial dan mampu berkontribusi mewujudkan masyarakat Maluku yang lebih inklusif dan sejahtera.

Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks