Pencarian

Bulog Sulteng Serap 11 Ribu Ton Gabah Petani, Tembus 96 Persen Target

Senin, 24 Agustus 2026 • 17:19:31 WIB
Bulog Sulteng Serap 11 Ribu Ton Gabah Petani, Tembus 96 Persen Target
Petani menunjukkan gabah kering giling hasil panen di Sulawesi Tengah.

MALUKU — Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menyatakan pihaknya optimistis realisasi serapan akan melampaui target hingga akhir tahun. Meski target hampir tercapai, perencanaan Bulog tetap mengoptimalkan penyerapan gabah untuk menunjang ketahanan pangan nasional.

Strategi Jaring Gabah dari Sentra Produksi

Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog tidak hanya mengandalkan pembelian langsung dari petani. Perusahaan pelat merah ini memperkuat jaringan dengan menambah mitra penggilingan padi di wilayah sentra pangan.

"Saat ini di wilayah kerja kantor wilayah Bulog, kami memiliki tujuh mitra gilingan padi dan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong," ujar Jusri di Palu, Senin.

Bulog menggunakan dua metode pembelian hasil produksi petani. Pertama, pembelian dalam bentuk gabah kering giling (GKG). Kedua, pembelian dalam bentuk beras siap konsumsi. Dua skema ini dirancang untuk mempermudah petani menjual hasil panennya.

Harga Gabah dan Tantangan di Lapangan

Tantangan terbesar yang dihadapi Bulog adalah tidak semua petani menjual hasil produksinya dalam bentuk gabah. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebutuhan likuiditas petani hingga akses ke penggilingan.

Menghadapi situasi tersebut, Bulog memasifkan sosialisasi kepada petani dan memperkuat pola kemitraan dengan penggilingan padi, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta penyuluh pertanian. Langkah ini ditempuh agar penyerapan gabah berjalan lebih optimal.

Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. "Penetapan harga tentunya mempertimbangkan keuntungan ekonomis bagi petani," kata Jusri.

Disiapkan untuk Program Pangan Pemerintah

Gabah yang terserap dari petani Sulawesi Tengah tidak hanya disimpan sebagai stok. Hasil produksi tersebut disiapkan untuk berbagai intervensi program pemerintah, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan pemerintah (bapang).

Selain itu, stok beras Bulog juga dialokasikan untuk bantuan kebencanaan di wilayah Sulawesi Tengah. "Pada intinya hasil serapan bahan pangan oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar," tambah Jusri.

Dengan capaian yang hampir menyentuh target, Bulog Sulteng terus berupaya menjaga ritme penyerapan hingga akhir musim panen. Keberhasilan ini menjadi bagian penting dari upaya nasional menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks