HALMAHERA BARAT — Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali meningkat setelah letusan terjadi pukul 10.58 WIT. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang teramati bergerak ke arah timur laut, menjauhi permukiman warga.
Berdasarkan data Badan Geologi, tinggi kolom letusan mencapai 2.325 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 56 detik.
Petugas Amati Kolom Abu Bergerak ke Timur Laut
Petugas pengamatan Gunung Api, Darsono Haji Muhammad Nur, mencatat erupsi terjadi secara tiba-tiba. "Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 10:58 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ±1.000 meter di atas puncak," demikian keterangan Badan Geologi, Selasa (25/8/2026).
Kolom abu teramati jelas dari pos pengamatan dengan arah luncuran menuju timur laut. Intensitas abu tergolong sedang, tidak terlalu pekat namun cukup terlihat dari kejauhan.
PVMBG Perluas Larangan hingga 3,5 Kilometer di Sektor Utara
Menyusul erupsi tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat tidak mendekati kawasan kawah aktif. Larangan berlaku untuk seluruh warga, pengunjung, dan wisatawan dalam radius 2 kilometer dari kawah.
Larangan diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Wilayah ini dinilai paling rawan terkena luncuran awan panas maupun lontaran material pijar.
Bagaimana Status Gunung Ibu Saat Ini?
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara yang terakhir beberapa kali menunjukkan peningkatan aktivitas. Erupsi kali ini berlangsung singkat, hanya 56 detik, namun menghasilkan kolom abu yang cukup tinggi.
Masyarakat di sekitar gunung diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Warga yang tinggal di lembah dan lereng bagian utara diminta lebih waspada terhadap potensi hujan abu tipis.
PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu dan memperbarui status jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat dapat memantau informasi resmi melalui kanal Badan Geologi.