MALUKU — Minyak jarak diekstrak dari biji tanaman Ricinus communis atau jarak/castor, yang mengandung sekitar 60 persen minyak nabati. Berkat asam risinoleat di dalamnya, minyak ini punya sifat anti-inflamasi, antijamur, dan antibakteri. Namun, di balik khasiatnya, ada protein risin yang beracun dan harus dihilangkan lewat proses pengolahan yang benar.
Bahaya Minyak Jarak untuk Bayi Baru Lahir
Memberikan minyak jarak secara oral kepada bayi baru lahir sangat berbahaya. Penelitian menunjukkan konsumsi minyak ini pada dua hingga tiga hari pertama kehidupan bisa memicu ileus paralitik dan pneumonia aspirasi.
Menelan minyak jarak juga dapat menyebabkan hipoalbuminemia dan malnutrisi pada bayi. Terkait hal ini, memakai minyak jarak sebagai obat pencahar alami untuk bayi di bawah satu tahun tidak disarankan sama sekali.
Penggunaan pada kulit pun perlu ekstra hati-hati karena lapisan pelindung kulit bayi baru lahir belum terbentuk sempurna hingga beberapa bulan. Dilansir dari Dev Children Hospital, kulit bayi menyerap bahan kimia dan minyak kental jauh lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan toksisitas.
Manfaat Oles Minyak Jarak untuk Kulit dan Rambut Bayi
Lantas, apakah aman memakai minyak jarak pada kulit bayi yang lebih besar? Untuk bayi di atas beberapa bulan, aplikasi luar dengan dosis tipis bisa membantu beberapa masalah umum, seperti dilansir FirstCry Parenting:
1. Melembapkan Kulit Kering
Minyak jarak bertindak sebagai humektan yang mengunci kelembapan alami kulit. Memijat tubuh bayi dengan minyak ini membantu menjaga kelembapan dan mencegah hilangnya panas tubuh, sehingga kulit tetap halus dan kenyal.
2. Meredakan Sakit Perut
Sifat anti-inflamasi minyak jarak dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri. Oleskan sedikit minyak pada area perut bayi dengan pijatan lembut untuk membantu meredakan tumbuh gigi atau masuk angin.
3. Mengatasi Ruam Popok dan Eksim
Berkat sifat antimikrobanya, minyak jarak membantu mengurangi masalah kulit seperti kulit mengelupas dan ruam popok akibat iritasi amonia. Minyak ini juga dapat meredakan eksim dan kulit terbakar sinar matahari ringan dengan cara melembapkan area yang terdampak.
4. Menutrisi Rambut Bayi
Minyak jarak menutrisi batang rambut dan membuatnya lebih lentur. Hal ini membantu mengurangi rambut patah dan rontok. Ia juga sering dipakai untuk mengatasi kerak kepala atau cradle cap dengan cara dioles tipis lalu dibilas.
5. Membantu Pijat Bayi
Teksturnya yang kental membuat minyak jarak cocok untuk pijat karena meredakan nyeri otot. Bungkus kemasan minyak dengan plastik sebelum digunakan, dan pastikan bayi tidak bermain dengan plastiknya karena bisa berisiko tersedak.
Risiko yang Mengintai di Balik Tekstur Kental Minyak Jarak
Memang menggoda untuk memakai minyak jarak pada perawatan bayi karena manfaatnya yang banyak. Tetapi, perhatikan risiko berikut jika tetap ingin menggunakannya:
Tertelan secara tidak sengaja: Bayi sering memasukkan tangan dan kaki ke mulut. Bila minyak jarak mengoles di tubuhnya, si Kecil bisa menelannya saat menghisap jari, menyebabkan gangguan pencernaan.
Iritasi mata dan saluran pernapasan: Tekstur minyak jarak yang alami, kental, dan lengket berisiko membuat bayi tidak nyaman serta mengganggu pernapasannya bila ada yang mengenai wajah.
Kapan Harus Menghubungi Dokter Anak?
Hentikan pemakaian minyak jarak bila muncul ruam memerah, gatal, atau bentol di kulit bayi. Segera bawa si Kecil ke dokter anak apabila mengalami diare, muntah, atau perut kembung setelah tidak sengaja menelan minyak ini. Konsultasikan juga dengan dokter bila ingin memakai minyak jarak untuk bayi di bawah enam bulan karena kulitnya masih sangat sensitif.
Minyak jarak memang kaya manfaat, tetapi bukan tanpa risiko. Selalu lakukan tes pada area kecil kulit terlebih dahulu dan perhatikan reaksinya. Bila ragu, konsultasi dengan dokter adalah langkah teraman sehingga si Kecil tetap sehat dan nyaman.