MALUKU — Serangan itu juga membuyarkan harapan pemulihan rute pelayaran di kawasan Teluk. Harga minyak mentah berjangka langsung merespons.
Brent Tembus USD106, WTI di Atas USD102
Pada perdagangan hari ini, Brent melonjak USD1,24 atau setara 1,18% menjadi USD106,93 per barel. West Texas Intermediate (WTI) melesat USD1,29 atau 1,24% ke posisi USD102,65 per barel.
Lonjakan ini melanjutkan tren kenaikan dari sesi sebelumnya. Pasar makin khawatir krisis pasokan global memburuk.
Mengapa Pipa East-West Begitu Vital
Pipa East-West mengalirkan sekitar 4 juta barel per hari (bpd), setara 4% pasokan minyak dunia. Jalur ini mengangkut minyak dari wilayah timur Saudi menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Fungsi utamanya menghindari Selat Hormuz yang terblokade. Dengan lumpuhnya pipa ini, Saudi kehilangan jalur alternatif utama untuk menyalurkan minyak ke pasar global tanpa melewati selat strategis tersebut.
Serangan militer tersebut memutus operasional pipa sekaligus membuyarkan harapan pemulihan rute pelayaran di kawasan Teluk. Dua jalur distribusi penting bagi pasokan minyak dunia kini sama-sama terkendala.
Tekanan ke Pasar Global
Lonjakan harga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap krisis pasokan global yang makin tinggi. Brent dan WTI bergerak searah, menandakan tekanan yang merata di dua acuan minyak utama dunia.
Kenaikan hari ini memperpanjang reli dari sesi sebelumnya. Pasar belum melihat tanda-tanda bahwa gangguan pasokan akan segera mereda.
Dengan hilangnya 4% pasokan global dari pipa East-West, tekanan ke pasar minyak dunia diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat.