AMBON — Fauzan menyampaikan pesan itu di hadapan peserta kegiatan Ambon Youth & Harmony yang digelar di Gedung LLDIKTI Center Ambon. Menurutnya, anak muda Ambon dan Maluku punya peluang besar untuk menempuh pendidikan tinggi, asalkan ada keberanian dan kemauan untuk melangkah lebih jauh.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku bergantung pada seberapa jauh generasi mudanya mau mengejar pendidikan. Kesempatan itu, kata Fauzan, tidak boleh disia-siakan.
Gelar Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan
Fauzan mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari pencapaian akademik maupun gelar yang diperoleh seseorang. Ada ukuran lain yang menurutnya sama penting: sejauh mana ilmu yang didapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pandangan itu ia sampaikan sebagai pengingat agar generasi muda tidak terjebak pada orientasi ijazah semata. Pendidikan tinggi, bagi Fauzan, harus berdampak nyata.
Tanggung Jawab Moral Kembali ke Maluku
Bagi Fauzan, anak Maluku yang sudah menempuh pendidikan dan punya kemampuan terikat tanggung jawab moral untuk kembali berkontribusi di daerah asalnya. Pembangunan Maluku, ujarnya, membutuhkan keterlibatan anak-anak daerah yang berpengetahuan, terampil, dan peduli pada masa depan wilayahnya.
Ia memaknai kesempatan memperoleh pendidikan tinggi sebagai investasi ganda. Bukan hanya untuk masa depan pribadi, tetapi juga untuk kemajuan daerah.
Harapan agar Semangat Belajar Terus Menguat
Fauzan berharap semangat belajar generasi muda Maluku terus diperkuat. Dengan begitu, mereka kelak mampu menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Ambon Youth & Harmony di LLDIKTI Center Ambon menjadi salah satu wadah bagi anak muda setempat untuk mendengar langsung arahan dari pemerintah pusat. Fauzan hadir sebagai perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam acara tersebut.