MALUKU — Dua anak harimau sumatra bernama Barani dan Malu resmi melakukan debut di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. Keduanya kini berusia 12 minggu dan sudah diperbolehkan keluar dari kandang untuk menjelajahi area habitatnya. Kelahiran Barani dan Malu menjadi yang pertama bagi harimau sumatra di kebun binatang tersebut dalam hampir dua dekade.
Barani dan Malu lahir pada 1 Juli 2026. Keduanya merupakan anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang menjadi bagian dari program konservasi Kebun Binatang Fort Worth. Selama masa awal pertumbuhannya, kedua anak harimau ini berada di dalam kandang bersama induknya.
Debut Pertama di Area Habitat
Petugas kebun binatang membuka akses kandang agar Barani dan Malu bisa menjelajahi area habitat. Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan secara ketat mengingat usia keduanya yang masih 12 minggu.
Momen ini menandai tahap baru dalam pengelolaan satwa muda di fasilitas tersebut. Anak harimau sumatra membutuhkan adaptasi bertahap sebelum sepenuhnya dilepas ke area terbuka.
Kelahiran Pertama dalam Hampir Dua Dekade
Kelahiran Barani dan Malu menjadi yang pertama bagi harimau sumatra di Kebun Binatang Fort Worth dalam hampir dua dekade. Ini menjadikan momen tersebut penting bagi upaya konservasi satwa langka asal Indonesia itu.
Harimau sumatra merupakan subspesies harimau yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra. Populasinya di alam liar terus menurun akibat perusakan habitat dan perburuan ilegal.
Arti Penting bagi Konservasi Global
Kehadiran Barani dan Malu di kebun binatang Texas menambah jumlah harimau sumatra yang dikelola dalam program penangkaran di luar Indonesia. Lembaga konservasi internasional menempatkan subspesies ini dalam kategori terancam punah.
Debut publik kedua anak harimau ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan satwa Indonesia ke kancah global. Pengunjung Kebun Binatang Fort Worth kini bisa menyaksikan langsung Barani dan Malu di area habitatnya.