Pencarian

Ultrahuman dan Abu Dhabi Kembangkan Model Usia Biologis untuk Seluruh UEA

Senin, 12 Oktober 2026 • 21:18:31 WIB
Ultrahuman dan Abu Dhabi Kembangkan Model Usia Biologis untuk Seluruh UEA
Ultrahuman menandatangani nota kesepahaman dengan Abu Dhabi Public Health Center untuk pengembangan model usia biologis berbasis data wearable dan biomarker klinis.

MALUKU — Ultrahuman menandatangani nota kesepahaman dua tahun dengan Abu Dhabi Public Health Center untuk mengembangkan dan memvalidasi model usia biologis berbasis data wearable dan biomarker klinis. Model ini dirancang agar bisa dipakai lintas perangkat, dari cincin pintar hingga gelang dan patch, dan nantinya diakses warga UEA lewat platform kesehatan digital TAMM serta Sahatna. Kerja sama ini jadi langkah pertama Ultrahuman membawa algoritma kesehatannya ke skala populasi nasional, bukan sekadar basis pelanggan sendiri.

Perusahaan health tech asal Bengaluru, India, itu telah menjual sekitar 800.000 cincin pintar secara global. Lewat kemitraan dengan otoritas kesehatan Abu Dhabi, Ultrahuman ingin menguji seberapa akurat algoritmanya ketika diterapkan pada populasi yang jauh lebih luas dan beragam dibanding pengguna produknya sendiri.

Model usia biologis yang dikembangkan menggabungkan usia kronologis pengguna dengan sinyal dari perangkat wearable. Untuk sebagian pengguna, data itu dilengkapi penanda dari hasil tes darah. Pendekatan ini memungkinkan Ultrahuman melacak bagaimana indikator kesehatan biasanya berubah seiring bertambahnya usia, lalu mendeteksi penyimpangan dari pola tersebut.

Mengapa Abu Dhabi Jadi Lokasi Uji Coba

Uni Emirat Arab sudah masuk daftar 10 pasar terbesar Ultrahuman dan menyumbang sekitar 4% hingga 5% dari total pendapatannya. Perusahaan telah beroperasi di sana hampir lima tahun dan mencatat retensi pelanggan sekitar 25% lebih tinggi dibanding pasar lainnya.

CEO Ultrahuman Mohit Kumar menyebut basis pelanggan yang ada memberi perusahaan pandangan terbatas soal populasi. Pengguna Ultrahuman umumnya berusia 25 hingga 43 tahun, sementara penerapan model di seluruh UEA akan menjangkau kelompok usia yang jauh lebih luas.

Kerja sama dengan pemerintah juga membuka akses ke data kesehatan longitudinal yang tidak dimiliki perusahaan wearable mana pun. Ultrahuman dan ADPHC akan menghabiskan dua tahun untuk riset dan validasi klinis sebelum peluncuran bertahap, meski Kumar belum menyebutkan tenggat waktunya.

Model Dirancang Netral Perangkat

Meski dikenal lewat cincin pintarnya, Ultrahuman menegaskan model usia biologis ini tidak terikat pada satu bentuk perangkat. Data dari cincin, perangkat yang dipakai di pergelangan tangan, strap, hingga patch bisa masuk ke sistem bersama biomarker klinis.

Kumar menjelaskan posisi perusahaannya dalam wawancara dengan TechCrunch. "Kalau Anda melihat Ultrahuman sebagai perusahaan, kami jelas punya Ultrahuman Ring, yang jadi cara mengakuisisi data dari tubuh manusia," katanya. "Tapi yang benar-benar kami pedulikan bukan cuma bentuk perangkatnya, melainkan apa yang kami lakukan dengan data ini."

Warga UEA nantinya bisa mengakses hasil usia kesehatan mereka melalui platform digital pemerintah seperti TAMM dan Sahatna. Menurut Kumar, model ini tidak dilatih memakai data dari UEA. "Kami akan menerapkan algoritma pada data UEA," ujarnya, seraya menambahkan Ultrahuman tidak akan mengakses informasi yang bisa mengidentifikasi individu dalam program tersebut.

Bersaing dengan Oura di Pasar Cincin Pintar

Ultrahuman bukan satu-satunya produsen cincin pintar yang menggandeng Abu Dhabi untuk kesehatan preventif. Pada Mei, Department of Health Abu Dhabi mengumumkan kemitraan dengan Oura, rival utama Ultrahuman, untuk menggabungkan data wearable dengan data kesehatan longitudinal emirat tersebut. Fokus awalnya adalah kesehatan perempuan dan risiko kardiometabolik.

Kumar menyatakan Ultrahuman tidak mengetahui ada perusahaan lain yang menggarap model usia kesehatan secara spesifik bersama otoritas Abu Dhabi. Ia mengakui pemerintah bekerja sama dengan beberapa perusahaan health tech, tetapi menolak berkomentar soal cakupan kerja sama Oura.

Kedua kemitraan berjalan bersamaan ketika Ultrahuman dan Oura sama-sama berupaya memperluas bisnis ke luar perangkat keras, menuju layanan kesehatan preventif. Ultrahuman juga tengah mengembangkan cincin pintar yang bisa menjalankan perangkat lunak di dalamnya, termasuk untuk interaksi berbasis AI hingga permainan.

Bagi pengguna di luar UEA, model usia biologis ini belum dijadwalkan tersedia dalam waktu dekat. Rencana perluasan ke pasar lain baru akan dibahas setelah proses validasi klinis dua tahun bersama ADPHC tuntas.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks