AMBON — Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Melianus Latuihamallo menyatakan perbaikan tidak dilakukan menerus sepanjang ruas. Pemerintah memprioritaskan bagian jalan yang paling membutuhkan penanganan sesuai kondisi kerusakan di lapangan.
Pekerjaan mencakup perbaikan lapisan pondasi menggunakan agregat Kelas A dan pelapisan permukaan dengan aspal campuran panas atau hotmix. Perbaikan pondasi menyasar bagian jalan yang mengalami kerusakan struktural, seperti lubang, permukaan turun, atau pondasi yang kehilangan daya dukung.
Mengapa Hanya 600 Meter yang Diperbaiki?
PUPR Kota Ambon menerapkan pola penanganan berdasarkan tingkat kerusakan. Bagian jalan yang paling parah mendapat prioritas lebih dulu, sementara segmen lain menunggu evaluasi berikutnya.
Melianus menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan penanganan dan ketentuan teknis dalam dokumen kontrak. "Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan penanganan dan ketentuan teknis dalam dokumen kontrak," ujarnya.
Nilai kontrak Rp 982 juta mencakup seluruh komponen pekerjaan. Mulai dari pengadaan material, tenaga kerja, penggunaan peralatan, perbaikan pondasi, pengaspalan, pengendalian mutu, hingga pekerjaan pendukung lainnya.
Tahapan Perbaikan: dari Bongkar hingga Uji Mutu
Proses perbaikan dimulai dengan penandaan titik kerusakan. Petugas kemudian membongkar bagian yang rusak dan membersihkan area sebelum penghamparan agregat.
Setelah agregat dihampar, pekerja melakukan perataan dan pemadatan. Pondasi dinyatakan siap jika sudah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam kontrak.
Tahap berikutnya adalah pengaspalan dengan campuran hotmix. Proses ini mencakup persiapan permukaan, pemberian lapis perekat sesuai kebutuhan, penghamparan aspal, pemadatan, dan pemeriksaan mutu hasil pekerjaan.
Dampak bagi Mobilitas Warga Toisapu dan Amahori
Jalan Toisapu–Amahori merupakan ruas fungsional sepanjang 2,7 kilometer yang menghubungkan kawasan permukiman warga. Kondisi jalan yang rusak selama ini menghambat mobilitas harian, terutama bagi pengendara motor dan angkutan barang.
Pemeliharaan tersebut diharapkan menjaga kondisi ruas jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Perbaikan pada titik-titik kritis dinilai lebih efektif dibanding penanganan menyeluruh yang membutuhkan anggaran jauh lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pasti penyelesaian pekerjaan. Warga Toisapu dan Amahori menyambut baik perbaikan ini meski berharap seluruh ruas dapat ditangani bertahap.