SERAM BAGIAN BARAT — Dokumen rekomendasi bersama ditandatangani Kepala Desa Tomalehu Barat Irsandi H. Tiakoly dan perwakilan tokoh adat. Kesepakatan itu diposisikan sebagai pijakan bagi pemerintah desa dan warga dalam merancang pengembangan wilayah tanpa melepas nilai budaya setempat.
Kegiatan yang diikuti 40 peserta itu dibuka Hapsoro Ari Widyatama, perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku. Dua narasumber dihadirkan, yakni akademisi Universitas Pattimura Dr. Ferad Puturuhu dan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat.
Tiga Materi Pokok dalam Sosialisasi Desa Tomalehu Barat
Pembahasan berjalan dalam tiga pokok materi. Pertama, pengenalan warisan budaya. Kedua, pemetaan potensi dan perencanaan wilayah. Ketiga, strategi mengembangkan kekayaan budaya sebagai daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai penting yang melekat di dalamnya.
Hasil pembahasan juga mencakup pemetaan potensi destinasi wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemberdayaan ekonomi dan UMKM ditempatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan, bukan pelengkap.
Inventarisasi Situs Jadi Syarat Sebelum Wisata Dikembangkan
Bagi Tomalehu Barat, pariwisata berbasis budaya menuntut keterlibatan warga sebagai pemilik sekaligus penjaga warisan. Inventarisasi situs, pendokumentasian sejarah, dan penguatan tradisi lokal dinilai menjadi bagian penting sebelum potensi budaya diangkat menjadi daya tarik wisata.
Irsandi H. Tiakoly mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan melalui BP Kebudayaan Maluku terhadap upaya pelestarian kebudayaan di desanya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas negeri," ujarnya.
Pelestarian Budaya Diharapkan Buka Peluang Ekonomi Warga
Rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada urusan pelestarian. Pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM masuk sebagai bagian strategi, sehingga pelestarian budaya diharapkan menjaga identitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, tokoh adat, dan masyarakat. Arahnya merawat warisan budaya sekaligus merumuskan pengembangan pariwisata Tomalehu Barat.