Pencarian

Ekonomi Membaik, Jumlah Hewan Kurban di Ambon Naik 19 Persen, Distan Maluku Awasi 12 Titik Penampungan

Kamis, 21 Mei 2026 • 22:47:01 WIB
Ekonomi Membaik, Jumlah Hewan Kurban di Ambon Naik 19 Persen, Distan Maluku Awasi 12 Titik Penampungan
Jumlah hewan kurban di Ambon meningkat 19 persen seiring membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

AMBON — Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Fahmi M. Yusuf, menyebut tren positif ini didorong oleh kondisi ekonomi yang lebih stabil. “Peningkatan itu terjadi karena daya beli masyarakat membaik, kondisi ekonomi masyarakat semakin stabil dan tingkat kesadaran masyarakat untuk berkurban baik secara pribadi maupun patungan cukup tinggi,” jelasnya di Ambon, Kamis (21/5/2026).

Pengawasan di 12 Titik, dari Kate-Kate hingga Air Kuning

Untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam, Distan Maluku akan melakukan pengawasan ketat mulai 22 Mei 2026. Pengawasan menyasar 12 titik pengumpulan ternak di Kota Ambon, meliputi kawasan Kate-Kate, Poka, Wailea, Air Kuning, Ahuru, Galunggung, Poka Perumnas, Waiheru, dan Kebun Cengkeh.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, ante-mortem sebelum penyembelihan untuk memastikan hewan layak kurban. Kedua, post-mortem di masjid-masjid saat penyembelihan guna memeriksa organ dan karkas daging. “Pemeriksaan post-mortem juga difokuskan untuk mendeteksi adanya cacing hati pada sapi. Langkah tersebut dilakukan agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” ungkap Fahmi.

17 Sapi Bantuan Presiden dan Satu Ekor dari Gubernur

Masyarakat Maluku juga mendapat tambahan pasokan hewan kurban dari pusat. Sebanyak 17 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto telah tiba, terdiri dari jenis ongole, Brahman, Bali, Limousin, dan Angus dengan bobot 800 kilogram hingga mendekati satu ton. Sapi-sapi ini didistribusikan ke 11 kabupaten/kota.

Provinsi Maluku, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, dan Kota Ambon masing-masing mendapat satu ekor sapi berukuran besar hasil inseminasi buatan. Sementara Kabupaten Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kota Tual menerima dua ekor per daerah dengan bobot 400-500 kilogram per ekor.

Selain itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut menyumbangkan satu ekor sapi ongole seberat 700 kilogram. Hewan tersebut masih dalam proses seleksi oleh Distan Maluku sebelum disalurkan ke masyarakat di Kota Ambon. Penyerahan bantuan Presiden dan Gubernur rencananya digelar di pelataran Masjid Raya Al-Fatah Ambon, menunggu koordinasi dengan Biro Kesra.

Zona Hijau PMK: Distan Jamin Hewan Aman Dikonsumsi

Fahmi memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Ambon telah melalui pemeriksaan kesehatan dari daerah asal, termasuk yang didatangkan dari Pulau Seram, Pulau Buru, dan Maluku Barat Daya. Maluku saat ini berada di zona hijau penyakit mulut dan kuku (PMK), sehingga tidak ada penyakit hewan menular strategis (PHMS) seperti Anthrax dan Brucellosis.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Maluku bahwa hewan kurban dipastikan aman dikonsumsi oleh masyarakat, karena tidak adanya penyakit hewan menular strategis di Maluku,” ucap Fahmi. Distan memastikan hewan kurban di wilayahnya memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks