MALUKU — Tekanan jual membuka perdagangan sejak bel pertama dibunyikan. IHSG langsung jatuh ke teritori negatif tanpa menunjukkan tanda pemulihan, bahkan menembus level psikologis 5.800 dalam waktu singkat. Volume transaksi tercatat 20,87 miliar saham dengan nilai Rp12,72 triliun dari 1,36 juta kali transaksi.
Lima Saham Blue Chip Penyeret IHSG Paling Dalam
Emiten perbankan raksasa dan saham konglomerasi menjadi pemberat utama. Data perdagangan menunjukkan lima saham berkapitalisasi besar menyumbang tekanan paling signifikan terhadap indeks. Sektor properti menjadi yang terparah dengan koreksi 6,44 persen, disusul sektor bahan baku yang ambles 5,7 persen.
Dari total emiten yang diperdagangkan, hanya 68 saham berhasil menguat, sementara 175 saham lainnya stagnan. Situasi ini menggambarkan dominasi sentimen negatif yang membuat aksi beli nyaris lumpuh.
Tiga Pemicu yang Membuat Investor Kabur
Pelaku pasar dihadapkan pada akumulasi tekanan makroekonomi dan isu institusional. Depresiasi rupiah yang kini tembus Rp18.000 per dolar AS menjadi kekhawatiran utama—perusahaan dengan utang valas besar bakal menanggung beban operasional yang membengkak.