Pencarian

Pertamina Dorong Produk Olahan Laut Kampung Tua Terih Tembus Malaysia

Rabu, 14 Oktober 2026 • 11:22:01 WIB
Pertamina Dorong Produk Olahan Laut Kampung Tua Terih Tembus Malaysia
Pertamina Patra Niaga kembangkan produk olahan hasil laut Kampung Tua Terih, Batam, melalui program Kampung Bahari Si Pelaut sejak 2022.

MALUKU — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat ketahanan pangan Kampung Tua Terih, Batam, melalui program Kampung Bahari Si Pelaut yang telah berjalan sejak 2022. Program ini mengubah nelayan dan kelompok perempuan setempat menjadi produsen enam produk olahan hasil laut yang kini dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.

Paragraf pembuka: Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu dijalankan Aviation Fuel Terminal Hang Nadim dan menyasar Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa. Pendekatan yang dipakai bukan bantuan sesaat, melainkan pendampingan usaha yang menyentuh budidaya, pengolahan, sampai akses pasar.

Dari Nelayan Tradisional ke Produsen Olahan

Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, menyebut program ini telah dirintis sejak 2022. Kini tahun keempat, cakupannya melebar dari aspek sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

Sejumlah kelompok dilibatkan: KUB Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Poklahsar Sukses Bersama. Mereka menggarap budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, aquaponik ikan air tawar dan sayuran, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan.

Enam Produk Unggulan dari Limbah Ikan

Yang menarik, bahan baku produk tidak melulu daging ikan. Kulit ikan tenggiri diolah menjadi keripik rasa original dan pedas manis, kulit kakap jadi kerupuk, sementara abon ikan dan swiss roll abon melengkapi lini usaha. Tulang ikan dan kepala udang yang sebelumnya dibuang kini diproses menjadi penyedap rasa.

Enam produk itu sudah menembus pasar Malaysia dan Singapura. Pencapaian ini bukan hal kecil bagi kelompok usaha yang sebelumnya kesulitan memasarkan hasil budidaya.

Titik Balik Kelompok Nelayan

Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Saidar, mengisahkan kelompoknya dulu bergantung penuh pada hasil tangkapan laut yang rentan cuaca dan musim. Kegagalan budidaya kerap terjadi karena kapasitas terbatas dan akses pasar tertutup.

"Dulu kami hanya kelompok nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Selain pendampingan, kami dibekali penguatan kapasitas, penyediaan sarana budidaya, serta pengembangan akses pasar. Dukungan ini menjadi titik balik kami untuk membangun kembali usaha budidaya perikanan secara lebih terencana, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Saidar.

Kontribusi pada Target SDGs

Program Kampung Bahari Si Pelaut diklaim menyentuh sejumlah target pembangunan berkelanjutan: SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs 14 Ekosistem Laut. Penguatan ekonomi sirkular lewat pemanfaatan limbah ikan jadi salah satu kunci.

Penutup: Bagi Pertamina Patra Niaga, program ini memperlihatkan pola TJSL yang menyasar rantai nilai utuh, bukan sekadar seremonial. Keberlanjutan usaha nelayan pesisir Batam akan jadi ujian sesungguhnya setelah pendampingan berjalan empat tahun.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sentralberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks